Virgil van Dijk Akui Terkejut Liverpool Mendadak Pecat Arne Slot

Arne Slot, Liverpool, Virgil van Dijk, Premier League, Virgil van Dijk Akui Terkejut Liverpool Mendadak Pecat Arne Slot

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya soal keputusan sepihak klub yang memberhentikan Arne Slot secara tiba-tiba.

Pemecatan Arne Slot terjadi setelah rentetan hasil akhir musim Liverpool yang sangat mengecewakan.

Hal itu memaksa manajemen Liverpool untuk mengambil langkah perombakan drastis di luar dugaan para pemainnya.

Ironisnya, Virgil van Dijk mengonfirmasi bahwa jajaran manajemen sama sekali tidak melibatkan dirinya dalam diskusi sebelum mendepak pelatih asal Belanda tersebut.

Sang kapten bahkan membeberkan bahwa ia baru menyadari kabar pemecatan ini bukan dari komunikasi internal klub, melainkan dari bocoran pemberitaan media yang beredar.

Pengunduran Diri yang Tak Terduga

Menanggapi situasi yang memanas ini usai kekalahan 1-0 skuadnya dari Aljazair dalam laga persahabatan pemanasan jelang Piala Dunia, bek tengah andalan tersebut akhirnya buka suara.

Melalui wawancara eksklusif dengan media NOS, ia mengakui bahwa perpisahan dengan rekan senegaranya itu menjadi pukulan sekaligus kejutan besar.

Dirinya membeberkan kronologi bagaimana ia mengetahui pemutusan hubungan kerja tersebut tepat ketika baru saja menginjakkan kaki di tanah kelahirannya.

"Saya mendarat di Amsterdam pada Sabtu sore dan saat itu beritanya sudah bocor," ungkap Van Dijk dikutip dari Goal English.

"Setelah itu, tentu saja saya melakukan beberapa pembicaraan. Tetapi keputusan sudah diambil."

Langkah super cepat dari klub untuk langsung merombak jajaran staf pelatih usai musim yang berat ini terbukti benar-benar membuat kapten mereka yang paling berpengaruh merasa keheranan.

Kampanye Buruk dan Tersingkir dari Liga Champions

Arne Slot, Liverpool, Virgil van Dijk, Premier League, Virgil van Dijk Akui Terkejut Liverpool Mendadak Pecat Arne Slot

Pelatih Liverpool Arne Slot (kanan), menyapa bek Virgil van Dijk (kiri), di akhir pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Leeds United di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris, pada 1 Januari 2026.

Meskipun memegang peran kepemimpinan yang sangat krusial di ruang ganti, suara sang kapten seolah diasingkan dari meja keputusan dewan direksi.

Di bawah komando manajerial Slot, tim memang sempat mengukir sejarah dengan menjuarai Premier League.

Namun mereka harus menelan pil pahit karena hanya mampu finis di urutan kelima pada musim ini.

Nasib sang manajer semakin berada di ujung tanduk usai timnya harus tersingkir lebih awal di perempat final Liga Champions setelah takluk dari PSG.

Lebih jauh, manajemen sebenarnya telah memecahkan rekor belanja dengan mengeluarkan dana sebesar 446 juta poundsterling (setara Rp 10,7 triliun) pada bursa transfer musim panas lalu untuk merekrut bintang-bintang top seperti Alexander Isak.

Akan tetapi, performa skuad yang tak kunjung stabil ditambah adanya gejolak yang menyeret nama Mohamed Salah justru menjadi bumerang yang merugikan.

"Bukan berarti mereka bertanya kepada saya bagaimana atau apa," kata Van Dijk dengan tegas.

Walaupun harus menghadapi kenyataan pahit, ia tetap menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang sangat tinggi kepada para staf kepelatihan yang akan angkat koper.

"Saya berbicara dengan Arne dan Sipke (Hulshoff). Itu yang terpenting bagi saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka."

"Atas semua yang telah mereka berikan, tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada klub. Saya hanya berharap mereka sukses."

"Semoga klub Liverpool bisa bangkit kembali dengan baik, karena sebagai klub musim ini berada di bawah standar," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang