Studi Ungkap AI Bisa Memberi Saran Diet yang Tidak Tepat untuk Remaja
Beberapa chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) ternyata dapat memberikan saran diet yang tidak memenuhi kebutuhan gizi remaja.
Sebuah studi menemukan bahwa rencana makan yang dibuat oleh chatbot populer sering terlalu rendah kalori bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition (12/3/2026) dan dilaporkan oleh Science News.
Menu diet dari AI sering tidak seimbang
Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta lima chatbot populer membuat rencana makan selama tiga hari untuk remaja berusia 15 tahun yang ingin menurunkan berat badan.
Menu yang diminta terdiri dari sarapan, makan siang, makan malam, serta dua camilan setiap hari.
Para peneliti kemudian membandingkan rencana makan dari chatbot dengan menu yang disusun oleh seorang ahli gizi.
Hasilnya menunjukkan bahwa rencana makan dari AI memiliki pola yang mirip.
Menurut peneliti utama Betül Bilen, ilmuwan nutrisi dari Istanbul Atlas University, komposisi gizi yang dihasilkan chatbot sering tidak seimbang.
“Karbohidrat biasanya lebih rendah, sementara protein dan lemak lebih tinggi dari kisaran yang direkomendasikan,” kata Bilen.
Selain itu, jumlah kalori dalam menu yang dibuat AI juga jauh lebih rendah dibandingkan menu dari ahli gizi.
rata, rencana makan dari chatbot memiliki sekitar 695 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan menu yang disusun oleh ahli gizi. Jumlah tersebut hampir setara dengan satu porsi makan lengkap.
Masa remaja membutuhkan asupan gizi yang cukup
Ilustrasi diet. Ahli nutrisi menemukan rencana makan dari chatbot AI tidak selalu sesuai dengan kebutuhan gizi remaja.
Para ahli mengingatkan bahwa masa remaja merupakan periode penting bagi pertumbuhan tubuh.
Betül Bilen menjelaskan bahwa pola makan yang terlalu ketat dapat mengganggu perkembangan tubuh remaja.
“Masa remaja adalah periode penting untuk pertumbuhan, perkembangan tulang, dan perkembangan otak,” ujar Bilen.
Ia menambahkan bahwa pola makan yang terlalu membatasi kalori dapat mengganggu proses tersebut.
Stephanie Partridge, peneliti kesehatan masyarakat dan nutrisi dari University of Sydney, juga menyampaikan hal serupa.
Menurutnya, remaja sebaiknya tidak menjalani diet yang sangat membatasi makanan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
“Anak muda seharusnya tidak melakukan pola makan yang sangat membatasi kecuali di bawah pengawasan profesional kesehatan,” kata Partridge.
Risiko lain bagi kesehatan remaja
Selain masalah gizi, penggunaan AI untuk menentukan diet juga dapat memengaruhi hubungan remaja dengan makanan.
Stephanie Partridge mengatakan bahwa diet yang terlalu ketat dapat meningkatkan risiko gangguan pola makan.
Ia menilai penggunaan chatbot untuk menentukan diet dapat memperbesar risiko tersebut.
“Menurunkan berat badan sudah memiliki risiko tersendiri bagi remaja, dan menyerahkannya pada alat yang tidak terspesialisasi dapat meningkatkan risiko itu,” ujarnya.
Penggunaan AI di kalangan remaja terus meningkat
Penelitian ini juga menyoroti bahwa penggunaan chatbot AI semakin banyak di kalangan remaja.
Data dari Pew Research Center menunjukkan sekitar 64 persen remaja di Amerika Serikat mengaku menggunakan chatbot AI.
Sebagian besar menggunakan teknologi tersebut untuk mencari informasi atau membantu tugas sekolah.
Meski demikian, para peneliti menilai masih sedikit data yang secara khusus membahas penggunaan AI untuk perencanaan diet.
Betül Bilen mengatakan penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana remaja menggunakan rencana makan dari AI dalam kehidupan sehari-hari.
“Penelitian di masa depan perlu melihat bagaimana orang menggunakan rencana diet yang dihasilkan AI dalam kehidupan nyata dan apakah alat ini memengaruhi perilaku makan mereka,” ujarnya.
Para ahli menekankan bahwa saran kesehatan dan nutrisi sebaiknya tetap diperoleh dari tenaga profesional yang memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang