Studi Ungkap Jumlah Anak yang Dimiliki Berkaitan dengan Penuaan Biologis
Jumlah anak yang dimiliki seseorang dapat berkaitan dengan usia harapan hidup dan proses penuaan biologis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications (8/1/20226), menemukan bahwa memiliki anak dalam jumlah sangat banyak atau tidak memiliki anak sama sekali berkaitan dengan penuaan biologis yang lebih cepat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Helsinki, Finlandia.
Energi tubuh terbagi antara reproduksi dan kesehatan
Melansir Science Alert (7/3/2026), peneliti menjelaskan bahwa temuan ini berkaitan dengan teori dalam biologi evolusi yang dikenal sebagai disposable soma theory.
Teori ini menjelaskan bahwa tubuh memiliki sumber daya yang terbatas, seperti waktu dan energi.
Energi yang digunakan untuk reproduksi dapat mengurangi energi yang tersedia untuk menjaga dan memperbaiki kondisi tubuh.
“Dari perspektif biologi evolusi, organisme memiliki sumber daya terbatas seperti waktu dan energi,” kata ahli biologi dari University of Helsinki, Mikaela Hukkanen.
“Ketika banyak energi digunakan untuk reproduksi, energi tersebut diambil dari mekanisme pemeliharaan dan perbaikan tubuh, yang dapat mengurangi usia harapan hidup,” jelasnya.
Penelitian melibatkan lebih dari 14.000 perempuan
Ilustrasi hamil. Penelitian dari University of Helsinki menunjukkan adanya hubungan antara jumlah anak dan proses penuaan biologis pada perempuan.
Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis data dari 14.836 perempuan yang semuanya merupakan pasangan kembar. Pendekatan ini digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor genetik dalam hasil penelitian.
Selain itu, 1.054 peserta juga diperiksa menggunakan penanda biologis untuk melihat proses penuaan pada tingkat sel.
Para peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan serta usia saat melahirkan.
Risiko penuaan lebih tinggi pada kelompok tertentu
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan risiko penuaan biologis di antara kelompok tersebut.
Perempuan yang tidak memiliki anak atau yang memiliki anak dalam jumlah sangat banyak, dengan rata-rata sekitar 6,8 anak, menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih cepat dan risiko kematian yang lebih tinggi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan yang memiliki anak pada usia sangat muda menunjukkan tanda penuaan biologis lebih cepat.
Namun perbedaan tersebut sebagian besar berkurang setelah mempertimbangkan faktor lain seperti konsumsi alkohol dan indeks massa tubuh.
Dua hingga tiga anak menunjukkan hasil paling baik
Peneliti menemukan bahwa tanda penuaan biologis paling rendah muncul pada kelompok perempuan yang memiliki jumlah anak rata-rata.
Kelompok ini memiliki sekitar dua hingga tiga anak dan melahirkan pada usia sekitar 24 hingga 38 tahun.
Namun para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Banyak faktor lain yang memengaruhi usia harapan hidup
Peneliti juga menekankan bahwa hasil penelitian ini tidak dapat dijadikan sebagai saran kesehatan bagi individu.
Temuan tersebut hanya menunjukkan hubungan statistik pada tingkat populasi.
Ahli epigenetik dari University of Helsinki, Miina Ollikainen, mengatakan bahwa pilihan hidup seseorang dapat meninggalkan jejak biologis dalam tubuh.
“Seseorang yang secara biologis lebih tua dibandingkan usia sebenarnya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi,” kata Ollikainen.
“Temuan kami menunjukkan bahwa pilihan hidup seseorang dapat meninggalkan jejak biologis yang dapat diukur jauh sebelum usia lanjut,” jelasnya.
Tidak dimaksudkan sebagai saran pribadi
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak dimaksudkan sebagai saran bagi individu dalam menentukan jumlah anak.
Banyak faktor lain yang juga memengaruhi kesehatan dan usia harapan hidup seseorang.
“Seorang perempuan tidak seharusnya mengubah rencana atau keinginannya terkait memiliki anak berdasarkan temuan ini,” ujar Ollikainen.
Peneliti juga mengingatkan bahwa hasil penelitian ini perlu dipahami bersama dengan penelitian lain yang menunjukkan manfaat menjadi orangtua bagi kesehatan dan kesejahteraan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang