Turis Perancis Sebut Bali Adalah Neraka, Kadispar Buka Suara
Turis perempuan asal Perancis membagikan pengalaman buruk yang dirasakannya ketika berwisata ke Bali.
Kritik ini disampaikan via unggahan video TikTok pribadi @adine_cass pada Senin (23/2/2026) dengan keterangan (caption) "Jangan pernah datang ke Bali".
"Jangan pernah datang ke Bali, percayalah, jangan pernah datang ke Bali. Ini adalah neraka di bumi, ini adalah pulau buruk. Saya yakin, semuanya sulit di sini," ujar dia dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut.
Pengalaman buruk saat berwisata di Bali ia rasakan saat menginap di salah satu homestay dengan pelayanan yang dianggap kurang memuaskan.
Turis perempuan asal Perancis membagikan pengalaman buruk yang dirasakannya ketika berwisata ke Bali. Kritik ini disampaikan via unggahan video TikTok pribadi @adine_cass pada Senin (23/2/2026) dengan keterangan (caption) Jangan pernah datang ke Bali.
Selama menginap, Adine mengaku tidak mendapat jaringan Wi-Fi dan tisu toilet. Ia mengaku kesulitan untuk sekedar menghubungi pengelola penginapan tersebut.
Kondisi infrastruktur di Bali juga turut dikritik. Menurutnya, sejumlah jalan di destinasi wisata yang kerap dianggap "surga dunia" ini, benar-benar hancur.
benar, saya yakin ini adalah neraka. Ini mengerikan. Ini adalah destinasi terburuk dalam hidup saya," ucap dia.
Kekecewaannya juga diungkapkan saat beberapa kali menukarkan uang di gerai penukaran setempat, namun berujung hampir kena tipu.
Karyawan gerai penukaran uang disebut hampir mengambil sebagian uangnya. Hal ini sedikitnya terjadi tiga kali selama ia berada di Bali.
"Ketika kamu ingin mengambil uang, mereka selalu ingin mengambil uang. Mereka tidak jujur. Ini adalah pulau spiritual, pulau karma," sambung dia.
Tanggapan Kadispar Bali
Ilustrasi wisata Bali
Video kritik tentang pariwisata Bali oleh turis Perancis itu telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali hingga Sabtu (14/3/2026).
Adine bahkan mengunggah video lainnya yang juga berisi pengalaman wisata pribadi selama di Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, menanggapi kritik pedas yang disampaikan turis asing terhadap pariwisata Bali.
Menurut Wayan, semua orang boleh berpendapat tentang Bali berdasarkan pengalaman yang dirasakan setiap individu.
Ia tidak mengelak bila banyak wisatawan yang merasa puas. Sebaliknya, tidak sedikit yang menyampaikan ulasan buruk.
"Sebagai masyarakat Bali yang sudah lama bergelut dengan pariwisata, kita harus bijak terhadap kritik, jangan terlalu puas jika dipuji, tetapi juga harus terbuka terhadap kritik," kata Wayan saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).
Kritik yang dimaksud adalah kritik membangun ke arah yang lebih baik, seperti disampaikan Wayan.
"Mari jadikan kritikan itu sebagai cemeti untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal-hal yang sudah baik kita pertahankan dan hal yg dinilai kurang oleh wisatawan, mari kita tingkat bersama-sama melalui koordinasi dan kolaborasi semua stakeholder yg ada," ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang