Menhub Dudy Sebut Wisatawan Domestik ke Bali Turun 2 Persen di Periode Nataru

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, akhirnya buka suara soal kabar yang menyebut bahwa pariwisata di Bali mengalami penurunan, sebagaimana yang ramai diberitakan sebelumnya.

Dudy mengakui, pada musim liburan periode Natal dan Tahun Baru alias Nataru 2025-2026 ini, memang terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bali khususnya wisatawan domestik.

Dia mengatakan, walaupun pada periode Nataru ini jumlah penumpang pesawat rute domestik menuju Bali mengalami penurunan, tapi total angka wisatawan menuju Bali via jalur udara justru naik secara tahunan. 

"(Untuk wisatawan) domestik memang terjadi sedikit penurunan sekitar 2 persen, dari tanggal 18 Desember 2025. Namun (untuk wisatawan) internasional naik 5 persen dari tanggal 18-30 (Desember 2025)," kata Dudy kepada media di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa menambahkan, secara kumulatif, tercatat ada 74.039 orang penumpang pesawat ke Bali pada 30 Desember 2025.

Dengan total jumlah penumpang mencapai 929.638 orang pada periode 18-30 Desember 2025, Lukman mengakui bahwa terjadi penurunan sekitar 0,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 lalu.

Sementara untuk puncak arus penerbangan ke Bali pada periode Nataru 2025-2026, Lukman mengatakan bahwa gelombang tertingginya terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total mencapai 42.445 orang penumpang.

"Atau naik sekitar 12 persen secara year-on-year (yoy), meskipun penambahan penumpang tidak terjadi pada (wisatawan) domestik melainkan di (wisatawan) internasional," kata Lukman.

Kemudian untuk jumlah penerbangan tambahan (extra flight) rute domestik ke Bali periode 18-30 Desember 2025, Lukman mengatakan bahwa dari total 329 extra flight yang disiapkan baru terpakai sebanyak 294 extra flight atau sekitar 72,58 persen.

Dengan demikian, lanjut Lukman, total jumlah penerbangan domestik ke Bali pada periode tersebut mengalami penurunan 2,2 persen, meskipun jumlah penerbangan seluruhnya naik 2,01 persen.

"Jadi untuk (penumpang) yang domestik, pesawatnya ada, tapi penumpangnya belum. Sementara untuk yang internasional (jumlah) penumpangnya naik 5 persen," ujarnya.