Media Asing Sebut Banjir Bali Ini yang Terparah Dalam 10 Tahun, 14 Tewas, 500 Warga Mengungsi

Banjir besar yang melanda Bali sejak awal pekan disebut sebagai yang terparah dalam satu dekade terakhir.
Peristiwa ini bukan hanya menyita perhatian publik di Tanah Air, tapi juga menjadi sorotan media internasional seperti BBC dan Associated Press (AP).
Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (8/9/2025) memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Bali.
Akibatnya, sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan ratusan warga harus dievakuasi.
Media asing sebut banjir terburuk dalam 10 tahun
BBC dalam laporannya pada Kamis (11/9/2025) menulis, banjir yang melanda Bali ini adalah yang paling parah dalam sepuluh tahun terakhir.
“Setidaknya 14 orang di Bali, Indonesia telah terbunuh oleh apa yang pejabat bilang sebagai banjir terburuk di pulau tersebut dalam satu dekade,” tulis BBC.
Mereka juga melaporkan kerusakan infrastruktur seperti jalan utama yang tertutup longsor dan dua jembatan yang rusak berat.
Pemerintah Provinsi Bali bahkan menetapkan status darurat selama sepekan untuk mempercepat penanganan.
Sementara itu, Associated Press menggambarkan situasi memilukan di lapangan.
Tim penyelamat masih mencari korban di sungai dan reruntuhan desa yang hancur.
Warga yang kembali ke rumah mendapati jalanan tertutup lumpur, mobil terbalik, hingga puing-puing berserakan.
“Trotoar dipenuhi sandal, panci, wajan, dan foto-foto lama,” tulis AP.
500 warga Bali masih mengungsi, trauma belum hilang
PENGUNGSI - Saimah (27) warga pengungsi akibat banjir di Jalan Siulan, Denpasar, Bali, bersama anaknya berumur 4 bulan, Kamis (11/9/2025).
Di Denpasar, ratusan warga terdampak masih bertahan di posko pengungsian.Lebih dari 500 orang yang terdiri dari ibu-ibu, balita, dan lansia kini tinggal sementara di Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu.
Sebagian pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan dan trauma mendalam.
Mereka mengaku masih takut untuk kembali ke rumah karena khawatir banjir susulan.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu kebutuhan dasar selama di pengungsian. Masih takut kalau pulang sekarang,” ungkap salah satu warga.
Petugas kesehatan rutin memantau kondisi para pengungsi, sementara pemerintah daerah berupaya memperbaiki fasilitas umum dan memulihkan listrik yang sempat padam.
Pemulihan Bali pascabanjir
Seiring surutnya air, upaya pembersihan lumpur dan sampah basah dari jalanan sudah mulai dilakukan.
Puluhan ribu rumah dan tempat usaha juga mulai kembali teraliri listrik.
Namun, pemulihan pascabanjir diperkirakan masih membutuhkan waktu cukup lama.
Pemerintah menekankan perlunya kewaspadaan karena musim hujan diprediksi masih akan berlangsung.
Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Media Asing Sorot Banjir Bali, Sebut Terparah dalam Satu Dekade dan 500 Warga Bali Masih Mengungsi, Pengungsi Banjir di Denpasar Mulai Sakit & Trauma.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.