Konflik AS-Israel dan Iran, Menpar Sebut Kondisi Wisata Bali Tetap Stabil

pariwisata Bali, Konflik AS-Israel dan Iran, Menpar Sebut Kondisi Wisata Bali Tetap Stabil

Kondisi pariwisata Bali tetap stabil di tengah situasi geopolitik global, termasuk konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, yang memanas di kawasan Timur Tengah, sejak akhir Februari 2026 lalu.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terhadap potensi dampaknya pada mobilitas wisatawan global.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga," kata Widiyanti dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Agung Rai Suryawijaya (ARS) mengatakan bahwa okupansi hotel di Bali tetap stabil di angka 60 persen, di tengah konflik AS dan Israel dengan Iran.

ARS menegaskan, meski jumlah kunjungan turis Timur Tengah ke Bali cenderung menurun, hal ini tidak berdampak signifikan pada okupansi hotel di Bali.

"Jadi masih 60 persen (okupansinya), situasinya normal dan kondusif. Tidak berpengaruh lebih banyak atau sedikit karena jumlah turis yang cancel dengan stranded di sini sama," jelas ARS saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

pariwisata Bali, Konflik AS-Israel dan Iran, Menpar Sebut Kondisi Wisata Bali Tetap Stabil

Wisata Bali atau wisata di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.Data terkini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan dengan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) per 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung, yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian 41–69 persen.

Sementara 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70–80 persen. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Adapun di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41–69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81–100 persen.

Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, secara umum aktivitas pariwisata masih menunjukkan dinamika yang stabil.

"Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” kata Widiyanti.

Lebih lanjut, Widiyanti mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata, sekaligus memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.

"Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang