Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Suara, Permintaan Maaf Sarwendah Salah Alamat?

Ruben Onsu
Ruben Onsu

 Video permintaan maaf yang diunggah Sarwendah usai polemik dengan Ruben Onsu menjadi perbincangan. Namun, alih-alih meredakan situasi, permintaan maaf tersebut justru memunculkan respons baru dari pihak Ruben Onsu.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, pihak Ruben menegaskan bahwa mereka tidak memiliki komentar khusus terhadap video tersebut. Alasannya, menurut Minola, isi permintaan maaf Sarwendah sama sekali tidak menyebut ataupun ditujukan kepada Ruben.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseteruan antara mantan pasangan suami istri itu memang masih menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya muncul polemik mengenai nafkah anak, hak bertemu anak, hingga sejumlah sindiran yang diduga ditujukan kepada Ruben, kini perhatian beralih pada video klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah Sarwendah.

Dalam keterangannya, Minola Sebayang menjelaskan bahwa pihaknya sudah mencermati isi video tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, Sarwendah hanya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, netizen, penggemar, dan anak-anaknya.

"Permintaan maaf itu kan sama sekali tidak ada kaitannya dengan klien kami Ruben Onsu. Jadi kalau kita cermati kalimat per kalimat yang diucapkan oleh S dalam permintaan maaf itu, dia hanya meminta maaf kepada netizen, meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat statement-statementnya dia," kata Minola yang dikutip dari tayangan YouTube pada Jumat, 5 Juni 2026. 

Ia menilai tidak ada satu pun bagian dalam video tersebut yang secara langsung meminta maaf kepada Ruben sebagai pihak yang selama ini dianggap menjadi sasaran dari berbagai sindiran yang ramai dibahas publik.

"Tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan permohonan maaf kepada Ruben Onsu karena sudah disindir dengan kata-kata cong misalnya, kemudian dengan kata-kata 200 juta itu," ujarnya.

Minola juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbicara langsung dengan Ruben mengenai video permintaan maaf tersebut. Namun respons yang diberikan sang presenter disebut sangat singkat.

"Saya tanya juga pendapat dia tentang video S yang meminta maaf itu. Komentarnya cuma ya," ungkap Minola.

Menurutnya, Ruben tidak memberikan tanggapan lebih lanjut karena merasa isi video tersebut memang tidak berkaitan dengan dirinya.

"Bagaimana kita menanggapi sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kita?" lanjut Minola.

Pihak Ruben menilai bahwa jika memang tujuan video tersebut adalah menyelesaikan polemik yang sedang terjadi, seharusnya ada penyebutan secara langsung kepada pihak yang merasa dirugikan.

"Kalau permintaan maafnya mengatakan misalnya, 'Saya mohon maaf kepada Ruben sebagai mantan suami kalau ada kata-kata yang salah', tentu kami bisa memberikan tanggapan. Tapi kalau tidak ada sama sekali, ya kami tidak bisa berkomentar apa-apa," tegasnya.

Minola bahkan menyebut bahwa korban yang paling terdampak dari kegaduhan beberapa waktu terakhir adalah Ruben Onsu sendiri.

"Korban yang sesungguhnya dari ini kan adalah Ruben," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Minola mengungkapkan bahwa belakangan banyak masyarakat yang meminta pihak Ruben mempertimbangkan langkah hukum terkait hak asuh anak.

Menurutnya, berbagai komentar publik muncul setelah melihat polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

"Banyak masyarakat sekarang yang memberikan pendapat dan meminta agar kami segera melakukan gugatan untuk meminta hak asuh terhadap anak-anak itu," ujar Minola.

Selain membahas video permintaan maaf, Minola kembali menyoroti kesepakatan pasca perceraian yang selama ini menjadi dasar hubungan kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, dalam akta kesepakatan tersebut telah diatur mengenai hak pertemuan Ruben dengan anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu, serta kewajiban nafkah dan biaya pendidikan yang menjadi tanggung jawab Ruben.

"Ayo dong kenapa kita tidak jadikan Akta 39 yang sudah dibuat dengan apik itu dijadikan landasan,"tandasnya.