Penelitian Ungkap Dampak Narsisme terhadap Kepuasan Hubungan

narsistik, narsisme, sifat narsistik, pasangan narsistik, Penelitian Ungkap Dampak Narsisme terhadap Kepuasan Hubungan, Kepuasan hubungan cenderung lebih rendah sejak awal, Tidak selalu memburuk lebih cepat, Ada dua jenis sifat narsistik, Dampak negatif muncul secara perlahan, Awal hubungan sering menutupi masalah, Dampak emosional tetap bisa terjadi, Penting memahami dinamika hubungan

Banyak orang mengira hubungan dengan pasangan narsistik akan cepat memburuk, tetapi penelitian terbaru menunjukkan hal yang berbeda.

Hubungan tersebut ternyata tidak selalu memburuk lebih cepat dibanding hubungan lainnya.

Meski begitu, tingkat kepuasan dalam hubungan tetap cenderung lebih rendah sejak awal.

Kepuasan hubungan cenderung lebih rendah sejak awal

Penelitian dalam Journal of Personality menunjukkan bahwa pasangan dengan sifat narsistik cenderung merasa kurang puas dalam hubungan.

Peneliti Gwendolyn Seidman, profesor psikologi di Michigan State University, menjelaskan bahwa dampak narsisme dirasakan oleh kedua pihak dalam hubungan.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat narsistik bisa memengaruhi kepuasan hubungan, baik pada diri sendiri maupun pasangan, dalam jangka panjang,” kata Seidman, seperti dikutip dari Psypost (14/4/2026).

Sifat narsistik sendiri biasanya ditandai dengan rasa percaya diri yang berlebihan dan keinginan untuk selalu diperhatikan.

Tidak selalu memburuk lebih cepat

narsistik, narsisme, sifat narsistik, pasangan narsistik, Penelitian Ungkap Dampak Narsisme terhadap Kepuasan Hubungan, Kepuasan hubungan cenderung lebih rendah sejak awal, Tidak selalu memburuk lebih cepat, Ada dua jenis sifat narsistik, Dampak negatif muncul secara perlahan, Awal hubungan sering menutupi masalah, Dampak emosional tetap bisa terjadi, Penting memahami dinamika hubungan

ilustrasi pasangan. Penelitian terbaru menemukan bahwa hubungan dengan pasangan narsistik tidak selalu memburuk lebih cepat, meski tingkat kepuasan cenderung lebih rendah sejak awal.

Penelitian ini menemukan bahwa hubungan dengan pasangan narsistik tidak mengalami penurunan kepuasan yang lebih cepat.

Penurunan kepuasan hubungan terjadi dengan kecepatan yang hampir sama pada semua pasangan.

Temuan ini berbeda dengan anggapan umum bahwa hubungan dengan narsistik akan cepat rusak.

“Kami tidak menemukan penurunan tajam dalam kepuasan hubungan pada pasangan dengan sifat narsistik,” ujar Seidman.

Ada dua jenis sifat narsistik

Peneliti membagi sifat narsistik menjadi dua jenis utama, yaitu kekaguman dan persaingan.

Tipe kekaguman biasanya terlihat dari sikap percaya diri dan menarik perhatian.

Tipe persaingan cenderung lebih negatif karena membuat seseorang merasa lebih unggul dan merendahkan orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa tipe persaingan memiliki dampak yang lebih buruk terhadap hubungan.

Dampak negatif muncul secara perlahan

Pada hubungan yang sudah berjalan lama, sifat narsistik tipe persaingan berkaitan dengan kepuasan yang lebih rendah. Namun, pada hubungan yang masih baru, dampak ini belum terlihat jelas.

Seidman menyebut hasil ini cukup mengejutkan karena hubungan baru tampak lebih tahan terhadap pengaruh negatif narsisme.

“Pada hubungan baru, kami tidak menemukan kaitan antara narsisme dan rendahnya kepuasan hubungan,” kata Seidman.

Awal hubungan sering menutupi masalah

Pada tahap awal hubungan, pasangan biasanya menunjukkan sisi terbaik mereka. Sifat negatif, termasuk perilaku narsistik, sering kali belum terlihat.

Kondisi ini membuat hubungan tetap terasa baik di awal, meski masalah bisa muncul kemudian.

Dampak emosional tetap bisa terjadi

Meski tidak terlihat langsung, dampak emosional dari pasangan narsistik tetap bisa dirasakan.

Penelitian menunjukkan bahwa sifat ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kemandirian pasangan secara perlahan.

Hal ini bisa terjadi meski seseorang masih merasa cukup puas dengan hubungannya.

Penting memahami dinamika hubungan

Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan dengan pasangan narsistik tidak sesederhana yang sering dibayangkan.

Dampak negatif bisa muncul perlahan dan tidak selalu terlihat jelas di awal.

Peneliti juga menekankan pentingnya memahami dinamika hubungan agar bisa mengenali tanda-tanda yang muncul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang