Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi dan Aman, Wujud Transformasi Polri

Calon Ketua Umum Iluni UI, Boni Hargens
Calon Ketua Umum Iluni UI, Boni Hargens

 Analis Politik Senior, Boni Hargens mengungkapkan Polri di bawah komando Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan perayaan Idul Fitri tahun ini melalui program Mudik Gratis Polri Presisi 2026. 

Menurut Boni, program tersebut bukan sekadar inisiatif seremonial, melainkan wujud konkret dari perubahan paradigma Polri dalam memandang hubungannya dengan masyarakat dan wujud nyata transformasi Polri, dari paradigma kekuasaan menjadi paradigma pelayanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 menjadi cerminan nyata transformasi wajah institusi kepolisian Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebuah transformasi budaya kelembagaan yang fundamental, dari power approach menuju servant approach, kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat luas," ujar Boni Hargens kepada wartawan, Senin, 23 Maret 2026.

Boni mengatakan, dengan menghadirkan program mudik gratis, Polri secara aktif meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib. Menurut dia, totalitas pengabdian personel Polri dalam momen ini tidak dapat diragukan lagi. 

"Pengamanan arus mudik dan balik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di titik-titik kritis, pendampingan perjalanan, hingga pelayanan informasi bagi para pemudik. Dedikasi ini mencerminkan semangat korps yang telah berubah secara mendasar dalam memaknai tugas dan tanggung jawab kepada bangsa," kata dia.

Boni mengatakan, transformasi yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bukan sekadar perubahan kosmetik atau pergantian seragam semata. 

Boni menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak mendapatkan apresiasi yang tulus atas keberhasilannya dalam mewujudkan slogan PRESISI dalam situasi dan konteks yang tepat. 

Menurut dia, kepemimpinan yang efektif tidak hanya soal memiliki visi yang baik, tetapi soal kemampuan untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam tindakan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

"Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 adalah salah satu bukti paling konkret dari keberhasilan kepemimpinan ini. Dengan mengintegrasikan pelayanan langsung kepada masyarakat ke dalam fungsi pengamanan, Kapolri berhasil menunjukkan bahwa kepolisian modern bisa sekaligus menjaga ketertiban dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat yang dilayaninya," ujar Boni.

Boni Hargens juga menyoroti pengorbanan tak ternilai anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Brigadir Fajar Permana yang gugur dalam tugas pengamanan mudik. Menurut Boni, gugurnya Brigadir Fajar merupakan fakta yang menjadi pengingat keras bahwa setiap momen keamanan yang dirasakan masyarakat adalah buah dari dedikasi, bahkan nyawa, para penjaga ketertiban.

"Kepergian Brigadir Fajar dalam menjalankan tugas merupakan bukti paling autentik dari totalitas Polri. Ini bukan sekadar statistik pengabdian, melainkan cerminan dari transformasi nilai yang benar-benar telah meresap ke dalam jiwa korps kepolisian. Personel yang rela berkorban jiwa dalam menjalankan tugas pelayanan adalah personel yang telah menghayati makna sejati dari servant approach," jelas dia.

Karena itu, kata Boni, pengorbanan semacam ini sepatutnya mendapat apresiasi dan penghormatan seluruh bangsa. 

Menurut dia, gugurnya seorang personel dalam tugas pengamanan mudik mengingatkan bahwa keamanan dan kenyamanan yang masyarakat nikmati selama perjalanan Idul Fitri tidak datang begitu saja, melainkan diperjuangkan dengan sepenuh hati oleh para abdi negara yang berdiri tegak di setiap sudut jalanan.

"Gugurnya Brigadir Fajar dalam tugas adalah bukti paling autentik bahwa transformasi nilai Polri bukan sekadar slogan, melainkan jiwa yang dihayati hingga pengorbanan tertinggi. Setiap personel yang bertugas di lapangan membawa beban tanggung jawab yang besar demi keselamatan jutaan pemudik Indonesia," ungkap dia.

Boni Hargens juga mengatakan, kemajuan yang ditunjukkan Polri berpotensi besar mengubah persepsi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian secara mendasar dan berkelanjutan. 

Dia mencatat bahwa ada pergeseran persepsi yang nyata di mana dahulu polisi kerap dianggap kurang ramah dengan masyarakat, bahkan dalam banyak kasus dipandang dengan rasa takut atau ketidakpercayaan. 

"Namun dengan tren transformasi yang sedang berlangsung, Polri berpotensi menyatu dan dicintai oleh masyarakat, sebuah kondisi ideal yang menjadi cita-cita institusi kepolisian di negara-negara demokrasi maju," kata dia.

Boni Hargens menilai Polri sedang dalam jalur transformasi yang benar dan bermakna. Menurut dia, perubahan dari power approach menuju servant approach bukan sekadar retorika, tetapi nyata sebagaimana kenyataan yang dirasakan jutaan pemudik Indonesia di setiap momen Idul Fitri.

"Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah menempatkan PRESISI bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai kompas arah yang benar-benar memandu tindakan di lapangan. Ini adalah pencapaian kepemimpinan yang langka dan patut diapresiasi secara objektif oleh seluruh komponen bangsa, terlepas dari dinamika politik yang melatarinya," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ke depan, tambah Boni, tugas untuk mempertahankan dan memperdalam transformasi ini tetaplah besar. Kepercayaan publik yang mulai tumbuh harus dijaga dengan konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas. 

"Namun fondasi telah diletakkan dan itu adalah langkah terpenting. Polri yang dicintai masyarakat, yang menyatu dalam society policing, dan yang berfungsi optimal sebagai penjaga gerbang dalam sistem peradilan pidana terpadu, adalah Polri yang sesungguhnya dibutuhkan oleh Indonesia yang demokratis, adil, dan berkeadaban," pungkas Boni.