Honda Yakin Paket Stimulus dari Pemerintah Beri Dampak Positif
Pemerintah baru saja meluncurkan paket-paket stimulus. Hal ini penting dilakukan demi menggairahkan ekonomi Indonesia.
Selain itu juga untuk menstimulus masyarakat berbelanja. Sehingga bisa berdampak ke banyak sektor di dalam negeri.
"Kami berharap di sisa kuartal terakhir dengan gebrakan pemerintah sekarang, bisa memperbaiki daya beli," ungkap Octavianus Dwi Putro, Marketing Director Astra Honda Motor (AHM) di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan paket ekonomi 2025. Terdiri dari delapan program akselerasi pada tahun ini.

Kemudian empat program yang dilanjutkan pada 2026. Lalu lima program andalan pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja.
Octa pun menilai seluruh kebijakan tersebut dapat membawa dampak positif. Terkhusus di penghujung 2025 yang tersisa tiga bulan lagi.
"Dengan stimulus 8+4+5, kemudian gelontoran Rp 200 triliun dari Kementerian Keuangan harapannya akan menggerakan market hingga ke level bawah," tambah Octa.
Memang jika dilihat, pasar motor baru sepanjang 2025 terpukul cukup dalam. Hal itu tidak lepas dari berbagai rintangan yang menghambat.
Menurut catatan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi motor baru dari pabrik ke diler (wholesales) sejak Januari sampai Agustus 2025 hanya ada 4.269.718 unit.
Angka itu terkoreksi sampai 1,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2024 mencapai 4.343.781 unit.
Oleh sebab itu masih ada waktu bagi para anggota AISI seperti Honda, Yamaha sampai Suzuki buat menggenjot pasar kendaraan roda dua anyar.
Apalagi AISI telah memasang target yang harus dicapai pada 2025. Mereka ingin ada 6,4 juta sampai 6,7 juta motor terjual.
Honda Targetkan 5 Juta Unit
Di sisi lain Astra Honda Motor juga telah mematok target buat penjualan di 2025, yakni berada di angka 5 juta unit.
Pabrikan asal Jepang tersebut mengaku percaya diri target itu bisa tercapai. Sebab ada beberapa faktor pendukung.

Ditambah pada akhir tahun biasannya banyak program menarik yang dihadirkan. Sehingga dapat menstimulus masyarakat membeli Honda Beat, Scoopy hingga Vario.
"Sehingga nanti di akhir tahun itu bisa kurang lebih stabil (penjualan motor) dibandingkan tahun lalu,” ucap Thomas Wijaya, Executive Vice President Director PT AHM dalam kesempatan berbeda.
Thomas menjelaskan musim panen (sektor pertanian) yang maksimal jadi salah satu faktor pendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.
“Panen itu mudah-mudahan bisa lebih baik dibandingkan semester satu kemarin atau bahkan tahun lalu,” kata Thomas.
Dengan begitu bukan tidak mungkin target yang telah ditentukan oleh pabrikan berlambang sayap mengepak ini dapat tercapai.