BAIC Siapkan Pesaing BYD Atto 1 dan Dolphin di Indonesia

 BAIC Indonesia memiliki target penjualan yang cukup mentereng pada tahun ini. Merek asal Tiongkok tersebut memiliki sejumlah strategi untuk penetrasi pasar.

Salah satu upaya untuk meningkatkan minat konsumen adalah dengan mendatangkan produk baru. Setidaknya dua model anyar disiapkan untuk masuk Tanah Air.

“(Produk) yang pertama diluncurkan Juli 2026 pada saat motorshow. Lalu ada BAIC X1 kita harapkan bisa menjadi volume maker,” ucap Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia di Serpong (05/03).

Untuk diketahui bahwa BAIC Indonesia tengah menyiapkan Arcfox T1. Mobil ini bahkan sejatinya siap masuk pasar otomotif dalam negeri pada awal 2026.

Arcfox T1

EV (Electric Vehicle) tersebut direncanakan meluncur dengan memanfaatkan ajang IIMS 2026. Namun niatan mereka terpaksa diurungkan.

Dhani menyebut jika Arcfox T1 digadang-gadang menjadi pesaing BYD Dolphin, Wuling Cloud, dan AION UT.

Lalu setelah Arcfox T1, mereka juga mempersiapkan BAIC X1 EV. Model satu ini dipersiapkan untuk memberikan perlawanan bagi BYD Atto 1.

Lebih jauh disampaikan BAIC X1 EV di negara asalnya baru diproduksi massal pada September 2026.

“Model kedua adalah BAIC X1. Jadi kita posisikan memang kompetitif dengan Atto 1 harganya,” ucap Dhani.

Kemudian ia meyakini bahwa kedua mobil listrik yang akan masuk Indonesia sudah dirakit di dalam negeri. Selama ini BAIC Indonesia telah menjalin kerja sama dengan PT HIM (Handal Indonesia Motor).

Bicara harga, dijelaskan bahwa banderol Arcfox T1 bakal dipasarkan Rp 300 jutaan. Sedangkan untuk BAIC X1 akan diniagakan di range Rp 200 jutaan.

Masuknya BAIC X1 sendiri diyakini mampu menggairahkan minat masyarakat terkhusus first car buyer.

Arcfox

“Kita melihat tren shifting dari LCGC yang tengah mengalami penurunan, pindah ke mobil listrik. Karena sebagai kendaraan operasional  current money spendingnya sangat ringan,” tutur Dhani.

Meskipun dari manufaktur lain dan sudah lebih dulu memasarkan mobil listrik murah, mencatat konsumen mereka tidak didominasi oleh pembeli mobil pertama.

Baik Geely maupun Changan menganggap pelanggan mobil listrik murah mereka, merupakan konsumen yang sudah memiliki mobil terdahulu.