Pratikno: 7 Kabupaten di Aceh Masuk Tahap Rehabilitasi, 11 Lainnya Masih Tanggap Darurat
Menko PMK, Pratikno menyampaikan perkembangan terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Sebanyak 7 kabupaten/kota di Aceh sudah masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Namun, 11 kabupaten/kota lainnya masih memperpanjang status tanggap darurat.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima bantuan kemanusiaan dari warga Malaysia
"Di Aceh, terdapat 7 kabupaten/kota yang sudah masuk fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Sedangkan 11 kabupaten/kota di Aceh masih memperpanjang masa tanggap darurat," kata Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin, 29 Desember 2025.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Pratikno menyampaikan terdapat 8 kabupaten/kota yang sudah masuk ke dalam tahap rehabilitasi. Sedangkan, 8 lainnya masih masih berstatus tanggap darurat.
"Di Sumut, terdapat 8 kabupaten/kota yang sudah masuk ke tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi dan 8 kabupaten/kota masih tanggap darurat," katanya.
Di Provinsi Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota sudah masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, 3 kabupaten/kota lainnya masih dalam fase tanggap darurat.
"Daerah yang melakukan perpanjangan status tanggap darurat tersebut ini, dimaksudkan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar dia.
Diketahui, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan kemanusiaan dari warga Malaysia untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, diserahkan secara simbolis, di Kabupaten Aceh Utara, Minggu.
“Terima kasih banyak kepada saudara kita yang ada di Malaysia. Kami menerimanya dengan lapang dada, apa saja yang diberikan," kata Mualem.
Bantuan berupa sandang pangan itu diberikan oleh Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang serta Dewan Perniagaan Malaysia-Aceh sebagai bentuk solidaritas masyarakat Malaysia kepada rakyat Aceh yang tengah tertimpa musibah.
"Alhamdulillah, ini sangat membantu dan meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujar Mualem.
Basarnas mengevakuasi jasad korban bencana di Aceh Tamiang
Sementara itu, Ketua Dewan Perniagaan Malaysia–Aceh, Yazid bin Usman, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tersebut merupakan panggilan kemanusiaan.
"Kami membuka pintu hati rakyat Malaysia, segeralah datang dan perbanyaklah bantuan kepada saudara kita di Aceh. Orang mukmin itu bersaudara. Inilah masanya kita mendapat pahala dan membuat kebajikan,” kata Yazid.