Banjir Rendam Enam Kecamatan di Kabupaten Serang, Warga Mulai Dievakuasi
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten.
Akibat hujan dengan intensitas tinggi, banjir dilaporkan terjadi di enam kecamatan sejak Kamis (18/12/2025) malam hingga Jumat (19/12/2025) dini hari.
Genangan air merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai satu meter di beberapa titik.
Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan darurat kini diprioritaskan bagi wilayah terdampak terparah.
Enam Kecamatan Terdampak Banjir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang yang dihimpun pada Jumat dini hari, banjir melanda Kecamatan Padarincang, Gunungsari, Cinangka, Ciomas, Ciruas, dan Kramatwatu.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan meluapnya air ke permukiman warga.
Dilasnir dari Antara, Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Ewangga, menyampaikan kondisi terparah terjadi di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang.
Di lokasi tersebut, Tinggi Muka Air (TMA) di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 50 hingga 65 sentimeter, sementara di luar rumah mencapai sekitar satu meter.
"Selain itu, di Kampung Kajeroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, ketinggian air di dalam rumah terpantau berkisar 40-50 cm," katanya.
Evakuasi dan Distribusi Logistik Diprioritaskan
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Serang, TNI, Polri, Tagana, serta aparat kecamatan dan desa setempat terus melakukan penanganan di lapangan.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga terdampak, khususnya di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, dan Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka.
"Selain evakuasi, petugas juga melakukan pengiriman logistik untuk warga terdampak di Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, serta terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk pemenuhan kebutuhan mendesak sementara," ujarnya.
Kondisi Wilayah Lain dan Kesiapsiagaan Petugas
Di kecamatan lain seperti Gunungsari, Ciomas, dan Ciruas, ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan bervariasi antara 5 hingga 30 sentimeter.
Sementara itu, di Perumahan Puri Cilegon, Kecamatan Kramatwatu, kondisi di dalam rumah warga masih terpantau kondusif meski jalan lingkungan tergenang air setinggi sekitar 15 sentimeter.
Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak.
Petugas terus melakukan olah data serta memantau perkembangan debit air guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
BPBD Kabupaten Serang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi seiring intensitas hujan yang belum mereda.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang