BPBD: Seluruh Kecamatan di Kabupaten Pati Sudah Terendam Banjir
Seluruh wilayah Kabupaten Pati kini terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Seperti diketahui, wilayah pati terdiri dari 21 kecamatan, yang kini semuanya terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.
Dampak bencana tercatat telah menjangkau seluruh kecamatan di Pati dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kondisi tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati di tengah upaya penanganan banjir yang masih berlangsung.
Pemerintah daerah pun telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan.
Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menyampaikan bahwa Kecamatan Jaken menjadi wilayah terakhir yang terdampak.
"Terakhir Jaken (kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi). Meskipun tidak semuanya di pemukiman. Ada yang di area persawahan dan tambak. Tetapi 21 kecamatan hingga hari ini semuanya sudah merasakan dampak dari cuaca ekstrem ini," jelas Budi saat ditemui di Posko Dapur Umum Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kamis (15/1/2026).
Genangan Banjir Terkosentrasi di Enam Kecamatan
Meski sebaran dampak telah menjangkau seluruh kecamatan, BPBD Pati mencatat saat ini banjir masih terkonsentrasi di enam kecamatan yang dilalui aliran Sungai Silugonggo.
"Mulai dari Sukolilo, kemudian Kayen, Gabus, Pati Kota, Jakenan, dan Juwana. Ditambah yang masih ada genangan sedikit itu di Dukuhseti, Pati Utara. Itu dari cakupan wilayah kecamatan yang terdampak," ujar Budi.
Ia menambahkan, desa-desa yang terdampak banjir di sepanjang aliran Sungai Silugonggo dari Sukolilo hingga Juwana jumlahnya mencapai ratusan.
Hingga Rabu malam (14/1/2026), BPBD mencatat masih ada 112 desa yang terdampak banjir.
"Dan dengan cuaca hujan seperti ini, dimungkinkan akan ada penambahan," tuturnya.
Titik Pengungsian Korban Banjir Bertambah
Seiring meluasnya genangan, titik-titik pengungsian korban banjir terus bermunculan.
BPBD Pati mencatat lokasi pengungsian berada di Balai Desa Doropayung dan Balai Desa Bumirejo di Kecamatan Juwana.
Selain itu, pengungsian juga tersedia di Balai Desa Sidoharjo dan Masjid Kalidoro di Kecamatan Pati.
"Ada juga di Balai Desa Mustokoharjo. Tetapi barangkali update siang ini ada pengungsian tambahan. Tadi saya dapat info dari Kepala Desa Purworejo bahwa di Purworejo arah ke jembatan Sampang itu sudah mulai harus ada pengungsian tambahan," papar Budi.
Terkait jumlah pengungsi, BPBD Pati belum mencatat angka pasti. Namun, Budi memastikan jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari.
Di wilayah Pati Kota saja, hingga Rabu tercatat sudah ada 47 kepala keluarga yang mengungsi di berbagai titik.
Status Tanggap Darurat dan Dukungan BNPB
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan status Tanggap Darurat bencana banjir selama 14 hari, terhitung sejak 10 Januari hingga 24 Januari 2026.
Penetapan status ini dinilai penting untuk mempercepat koordinasi dan penanganan bencana.
Budi menyatakan status tanggap darurat memudahkan pemerintah daerah mendapatkan dukungan dari tingkat provinsi hingga pusat.
"Implikasinya akhirnya kita semakin luas untuk mendapatkan atensi baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dalam hal ini BNPB," ujarnya.
Ia menambahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari perbaikan infrastruktur darurat, logistik pangan, hingga peralatan kebencanaan.
Dapur Umum Aktif, Anggaran Masih Gunakan APBD
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir, sejumlah dapur umum telah diaktifkan di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Posko dapur umum saat ini tersedia di kantor BPBD, Dinas Sosial, serta di kecamatan Juwana, Dukuhseti, dan Tayu.
Terkait pendanaan penanganan banjir, BPBD Pati hingga kini masih mengandalkan anggaran rutin DPA APBD 2026.
Menurut Budi, kebijakan mengenai pergeseran atau refocusing anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng dengan judul “Update Banjir Pati, Seluruh Kecamatan Kini Sudah Terdampak Bencana, Titik Pengungsian Bertambah”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang