NTB Dilanda Banjir dan Angin Kencang, Ini Data Kerusakan Sementara di 4 Kabupaten

banjir, angin kencang, NTB Dilanda Banjir dan Angin Kencang, Ini Data Kerusakan Sementara di 4 Kabupaten

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan intensitas tinggi yang memicu banjir pada Selasa (14/1/2026).

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD NTB, bencana banjir dan angin kencang tersebut terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima.

"Untuk Kabupaten Lombok Tengah terjadi bencana banjir melanda dua desa, yakni Desa Montong Ajang dan Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya. Banjir yang melanda dua desa di Kabupaten Lombok Tengah terjadi pukul 19.30 Wita, akibat tingginya intensitas hujan yang lama di wilayah itu," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin di Mataram, Selasa.

Terkait dampak bencana, Sadimin menjelaskan bahwa pendataan masih terus dilakukan dan hingga kini air banjir masih merendam permukiman warga.

Data kerusakan sementara dan wilayah terdampak

Dilansir dari Antara, banjir melanda dua desa di Kabupaten Lombok Barat, yakni Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong. Banjir dilaporkan menerjang sejak pukul 15.00 Wita hingga 19.00 Wita.

Banjir tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang disertai angin kencang secara merata di wilayah Kabupaten Lombok Barat, sehingga menyebabkan air sungai meluap.

Akibat kejadian ini, sebanyak 570 kepala keluarga (KK) atau 1.711 jiwa di Desa Persiapan Pengantap terdampak genangan air.

Sementara itu, di Desa Persiapan Blongas dilaporkan satu warga bernama Nurinah (69) meninggal dunia.

"Yang dibutuhkan saat ini terpal, matras, makanan siap saji dan perlengkapan bayi (baby kids). Kondisi saat ini sebagian titik sudah mulai surut," katanya.

Selain banjir, angin kencang juga melanda Desa Lasi, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, pada pukul 10.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah milik Anggraini, warga Dusun Nambosolo, mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan lainnya meliputi satu unit lapak milik Fitri Mairos, warga Dusun Nangatoi 2, yang mengalami rusak berat.

Dua ekor kambing milik Suhardin Musa, warga Dusun Nambosolo, juga dilaporkan mati. Selain itu, satu unit kendaraan roda dua milik Kamiruddin, warga Dusun Nambosolo, juga mengalami rusak berat.

kudusBaca juga:

"Kebutuhan mendesak saat ini terpal untuk menutupi sementara atap rumah dan perbaikan kembali rumah yang terdampak dan kondisinya sudah kondusif," imbuhnya.

Angin kencang juga terjadi di Kabupaten Bima pada pukul 10.00–11.20 Wita.

Bencana tersebut berdampak pada delapan desa, yakni Desa Tawali, Desa Sangiang, Desa Ntoke, Desa Oi Tui, dan Desa Wora di Kecamatan Wera.

Selain itu, angin kencang turut melanda Desa Mawu di Kecamatan NTB, serta Desa Rasabou dan Desa Kawinda Na'e di Kecamatan Tambora.

Sadimin menambahkan, di Desa Tawali, Kecamatan Wera, tercatat enam KK terdampak.

Selain itu, terdapat enam unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas tiga unit rusak sedang dan tiga unit rusak berat. Kerusakan meliputi atap genteng yang terbang hingga sejauh lima meter, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Di Desa Sangiang, satu KK terdampak dan satu unit rumah mengalami rusak berat, dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp 20 juta.

Sementara itu, di Desa Ntoke dilaporkan satu unit mobil tertimpa pohon.

Di Desa Oi Tui, satu unit garasi mobil mengalami kerusakan. Adapun di Desa Wora, pohon tumbang menyebabkan arus lalu lintas di jalur Bima–Wera sempat terhambat.

"Saat ini tim bersama instansi terkait seperti BPBD, TNI/Polri, unsur desa dan masyarakat sedang melakukan penanganan di lokasi bencana," ucap Sadimin.

Untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan, masyarakat NTB diminta tetap waspada terhadap curah hujan pada dasarian di periode puncak musim hujan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan serta memperhatikan debit air di aliran sungai dan drainase.

"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang