Pep Guardiola Bicara Palestina, Soroti Anak-anak Korban Kekerasan Israel: Kita Meninggalkan Mereka Sendirian
Pep Guardiola kembali menyuarakan sikapnya terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina. Dengan nada emosional, pelatih Manchester City itu menilai dunia telah gagal hadir bagi para korban.
Guardiola menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri acara penggalangan dana untuk Palestina yang digelar di Barcelona. Pep tampil mengenakan keffiyeh dan naik ke atas podium untuk menyampaikan pesan solidaritas secara langsung.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @faithfullballers, Guardiola tampak merujuk pada sebuah foto yang memperlihatkan seorang anak kebingungan mencari orang tuanya di tengah puing-puing reruntuhan di Palestina. Momen itu, menurutnya, mencerminkan rasa ditinggalkan yang dialami warga sipil.
Ilustrasi Wanita dan Anak-anak Palestina (Doc: Anadolu Ajansi)
“Saya pikir kita telah meninggalkan mereka sendirian. Saya selalu membayangkan mereka mengatakan, ‘Kamu di mana? Tolong bantu kami’,” ujar Guardiola dalam pidatonya.
Sikap Guardiola terhadap isu Palestina bukanlah hal baru. Ia termasuk figur sepak bola yang secara terbuka dan konsisten menyuarakan keprihatinan atas situasi di wilayah tersebut. Pada November 2025, pria yang juga pernah menangani Bayern Munchen itu menyebut tindakan Israel di Palestina sebagai genosida.
Guardiola juga menegaskan bahwa tragedi di Gaza sulit dibenarkan dari sudut pandang kemanusiaan. Ia menyoroti dampak langsung kekerasan terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.
“Saya tidak bisa membayangkan satu orang pun di dunia ini yang bisa membela pembantaian di Gaza. Anak-anak kita bisa berada di sana dan dibunuh hanya karena dilahirkan (di sana),” sambungnya.
Seorang pria Palestina berusaha menyelamatkan anak perempuan yang terluka.
Konteks pernyataan tersebut tak terlepas dari konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Invasi Israel ke wilayah Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan eskalasi yang semakin intens dalam dua tahun terakhir, seiring upaya pihak Zionis untuk mencaplok lebih banyak wilayah Palestina.
Situasi itu turut mendapat perhatian komunitas internasional. Pada September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza.