Es Teh Vs Teh Hangat, Mana yang Lebih Aman untuk Buka Puasa?

Saat berbuka puasa, salah satu minuman yang hampir selalu ada di tiap meja makan para Muslim di Indonesia adalah teh.
Teh ini ada yang tersaji dingin dengan campuran es batu, atau tersaji panas dan suam-suam kuku dalam cangkir penuh.
Beberapa orang menyukai es teh manis lantaran memiliki sensasi dingin yang menyegarkan, sehingga cepat mengusir dahaga.
Sedangkan di sisi lain, beberapa orang lebih menyukai teh hangat karena bisa memberikan efek rileks dan menenangkan.
Lantas, antara es teh dengan teh hangat, manakah yang lebih baik diminum saat berbuka puasa?
Es teh vs teh hangat untuk berbuka puasa
Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB University, Ali Khomsan menyampaikan, es teh manis kurang baik untuk dikonsumsi sebagai minuman buka puasa.
Jadi, ia lebih menyarankan agar seseorang berbuka dengan air hangat, air putih normal, ataupun teh hangat saat berbuka puasa.
"Minum air hangat lebih dianjurkan saat buka, dibandingkan dengan minuman dingin seperti es teh," ujarnya kepada , Rabu (27/3/2024).
Salah satu alasan mengapa es teh tidak dianjurkan diminum saat berbuka puasa dan dalam keadaan perut kosong karena minuman ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Minum es teh dapat memicu terjadinya kontraksi atau kram perut pada sebagian orang, meskipun efeknya dapat berbeda-beda dari masing-masing individu.
Selain itu, kata Ali, saat mengonsumsi minuman, seseorang juga harus menyesuaikan dengan suhu tubuh agar tubuh tidak kaget dan tidak menimbulkan efek samping.
Ali menambahkan, seseorang yang sedang sakit, seperti radang tenggorokan akibat terlalu sering makan makanan berminyak dan kurang minum, sebaiknya menghindari minuman berbuka puasa seperti es teh.
Bahaya selalu minum teh manis saat berbuka puasa
Dokter sekaligus ahli gizi, Tan Shot Yen, juga tidak merekomendasikan minum es teh manis untuk berbuka puasa.
Pada intinya, mau dengan suhu berapapun, teh yang sarat akan gula bisa membawa risiko bagi kesehatan.
Ia mengungkapkan, es teh manis dapat membuat gula darah dalam tubuh melonjak secara signifikan lantaran kandungan gulanya.
"Buat buka puasa, orang kita mustahil minum teh tanpa gula, nah gulanya ini (yang tidak baik)," kata Tan.
Teh juga memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil secara terus-terus. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kurang terhidrasi.
"Alih-alih membuat tubuh terhidrasi baik setelah 14 jam puasa, malah pipis-pipis terus," terangnya.
Jadi ia menyarankan, agar semua orang hendaknya berbuka puasa dengan teh yang tawar, atau dengan less sugar atau gula sedikit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang