Cara yang Benar Mencuci Daging Sebelum Memasaknya, Jangan Sembarangan Gunakan Air

mencuci daging, memasak, Cara yang Benar Mencuci Daging Sebelum Memasaknya, Jangan Sembarangan Gunakan Air, Mengapa daging mentah tidak boleh dicuci dengan air?, Risiko kontaminasi silang (Cross-Contamination), Bakteri tidak mati dengan air, Cara mencuci daging sapi yang benar dan akurat, 1. Jaga kebersihan tangan

Saat belanja daging sapi di pasar atau swalayan, kebiasaan pertama yang sering kita lakukan sesampainya di rumah adalah langsung mencucinya di bawah air mengalir. 

Anggapannya, semakin lama dibilas, daging akan semakin bersih dan bebas kuman.

Namun, tahukah kamu? Ternyata mencuci daging mentah dengan air justru tidak disarankan.

alih bersih, cara ini malah berisiko menyebarkan bakteri ke seluruh dapur. Agar tidak salah langkah, yuk simak cara yang benar mencuci daging sapi sebelum diolah berikut ini!

Mengapa daging mentah tidak boleh dicuci dengan air?

Menurut data dari USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), mencuci daging sapi, unggas, hingga domba dengan air adalah hal yang sebaiknya dihindari. Ada dua alasan utamanya.

Risiko kontaminasi silang (Cross-Contamination)

Saat daging disiram air, percikan air tersebut bisa membawa bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria ke permukaan bak cuci piring, keran, hingga peralatan makan di sekitarnya. 

Jika area ini tidak disanitasi dengan benar, bakteri bisa berpindah ke makanan lain dan memicu keracunan.

Bakteri tidak mati dengan air

Mencuci dengan air hanya membersihkan kotoran yang terlihat di permukaan, tapi tidak efektif membunuh patogen atau bakteri yang ada di dalam serat daging.

Cara mencuci daging sapi yang benar dan akurat

Lalu, bagaimana cara memastikan daging tetap higienis sebelum dimasak atau disimpan di freezer? Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

1. Jaga kebersihan tangan

Sebelum menyentuh daging, pastikan kamu mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. Kebersihan diri adalah langkah awal pencegahan kuman.

2. Bersihkan dengan tisu atau lap bersih

Jika kamu melihat ada kotoran atau lendir berlebih di permukaan daging, cukup lap perlahan menggunakan tisu dapur atau kain bersih. 

Jika ada bagian yang sangat kotor dan sulit dibersihkan, sebaiknya potong dan buang bagian tersebut menggunakan pisau dapur.

3. Gunakan teknik pemanasan (Blanching)

Satu-satunya cara efektif untuk membunuh bakteri pada daging adalah dengan suhu panas. 

Kamu tidak perlu menggunakan cuka atau air lemon, cukup ikuti langkah ini:

  • Didihkan air dalam panci.
  • Masukkan daging ke dalam air mendidih (suhu minimal 63°C atau 145°F).
  • Rebus sekitar 5 menit saja.

Buat air rebusan pertama yang biasanya keruh, lalu angkat dagingnya. Kini daging sudah lebih aman untuk diolah menjadi masakan lezat seperti rendang, semur, atau steak.


4. Penyimpanan di freezer

Jika kamu tidak ingin langsung memasaknya, daging yang sudah dibersihkan (dilap kering) bisa langsung dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan disimpan di dalam freezer. 

Ingat, daging sebaiknya dalam kondisi kering saat akan dibekukan untuk menjaga kualitas teksturnya.

Ternyata kunci kebersihan daging bukan pada air yang mengalir, melainkan pada proses pemanasan yang tepat. Jadi, mulai sekarang jangan sembarangan mencuci daging dengan air! 

Selain menjaga kualitas daging, kamu juga turut menjaga dapur tetap higienis dan keluarga terhindar dari risiko bakteri.

Selamat memasak sajian daging yang lezat dan sehat untuk keluarga tercinta!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang