BMKG: Hujan Lebat di Sumsel Diprediksi Terjadi hingga Akhir Februari 2026

BMKG: Hujan Lebat di Sumsel Diprediksi Terjadi hingga Akhir Februari 2026

Potensi hujan dengan intensitas lebat di wilayah provinsi Sumatera Selatan diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026.

Hal itu disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (23/2/2026).

"Dari kondisi dinamika atmosfer saat ini diprakirakan cuaca di Sumsel berpotensi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Setelah itu terdapat peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat hingga akhir bulan Februari ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang Sinta Andayani, dilansir Antara.

Potensi hujan diprakirakan terjadi hampir di seluruh Sumsel, namun perlu kewaspadaan hujan dengan intensitas sedang lebat di wilayah timur Sumsel.

Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak seperti Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kota Palembang.

Waspada genangan air dan banjir lokal

BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta terganggunya aktivitas transportasi darat maupun sungai.

Wilayah dengan topografi rendah dan daerah aliran sungai diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air.

Selain itu masyarakat juga diingatkan untuk memastikan saluran air di lingkungan tempat tinggal dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat guna meminimalkan risiko genangan saat hujan lebat terjadi.

BMKG menegaskan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan menjadi salah satu kunci dalam mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi selama periode peningkatan curah hujan hingga akhir Februari 2026.

Kapan puncak musim hujan tahun 2026?

BMKG: Hujan Lebat di Sumsel Diprediksi Terjadi hingga Akhir Februari 2026

BMKG sebut potensi hujan lebat di Sumsel hingga akhir Februari 2026

Secara umum, puncak musim hujan 2025/2026 terjadi pada periode bulan November 2025 hingga Februari 2026.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan.

Dia mengatakan, beberapa wilayah sudah memasuki puncak musim hujan lebih dulu pada akhir tahun 2025.

“Wilayah yang memasuki periode puncak musim hujan pada bulan November dan Desember 2025, meliputi sebagian besar Sumatera, Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan barat, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat Daya bagian Selatan, dan sebagian Papua Barat,” kata Ardhasena kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, lanjut dia, untuk sebagian wilayah Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara, akan mengalami puncak musim hujan di awal tahun 2026.

“Sedangkan wilayah yang mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2026 antara lain Jambi bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, Sumatera Selatan bagian timur, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara bagian barat, Gorontalo bagian barat, sebagian Maluku, Papua Barat bagian timur, Papua Tengah bagian tengah, sebagian Papua, Papua Pegunungan, dan sebagian Papua Selatan,” jelasnya.

Ardhasena juga menambahkan, wilayah Sulawesi Selatan bahkan diprediksi mengalami puncak musim hujan hingga Maret 2026 mendatang.

“Wilayah Sulawesi Selatan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Maret 2026,” ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang