Imbauan BMKG: Kaltim Siaga Hujan Sangat Lebat di Akhir Minggu 3-4 Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap ada beberapa gangguan atmosfer yang meningkatkan potensi cuaca secara signifikan di akhir minggu ini, yaitu di tanggal 2-4 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan BMKG selama periode 29–31 Desember 2025, teridentifikasi kejadian hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
Hujan lebat tercatat di Ketapang, Kalimantan Barat (86,2 mm/hari), Kepulauan Bangka Belitung (95,8 mm/hari), serta Bogor, Jawa Barat (99,0 mm/hari).
Sementara hujan dengan kategori sangat lebat teramati di Sambas, Kalimantan Barat (123,6 mm/hari) dan Toraja, Sulawesi Selatan (100,2 mm/hari).
Pada 1 Januari 2025 pukul 13.00 WIB, Siklon Tropis IGGY di Samudra Hindia selatan Jawa terpantau mengalami penguatan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knots dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Meski demikian, sistem ini masih berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.
Gangguan atmosfer
Dalam sepekan ke depan, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia seiring masih aktifnya beberapa pengaruh dinamika atmosfer.
Dilansir dari laman resmi BMKG, saat ini Siklon Tropis IGGY diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.
Sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara juga diprediksi memicu terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi).
Pola itu memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara, serta dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.
Indikasi konvergensi/konfluensi lainnya juga diprediksikan di perairan barat Aceh, serta dari Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan.
Kondisi-kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar wilayah yang dipengaruhi bibit siklon dan sirkulasi siklonik.
Dari sisi laut, suhu muka laut yang relatif hangat turut memperkaya suplai uap air, terutama di Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian barat, Teluk Cenderawasih, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Pasokan uap air yang tinggi ini dapat memperbesar peluang terbentuknya awan konvektif dan hujan dengan intensitas lebih tinggi.
Sementara itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga masih terpantau aktif dalam sepekan ke depan melalui wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Maluku, Maluku Utara, dan Papua bagian Barat.
Pada skala yang lebih luas, dinamika atmosfer global dan regional juga berperan.
ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, kondisi yang cenderung mendukung peningkatan konveksi di wilayah Indonesia.
Dari aspek regional, seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia diperkirakan menguat dalam beberapa hari ke depan.
Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang perlu diantisipasi selama beberapa hari ke depan.
Prediksi cuaca 3–4 Januari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DI Yogyakarta, bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat–sangat lebat):
- Aceh
- Bangka Belitung
- Bengkulu
- Banten
- DK Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan.
Angin kencang:
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Banten
- Jawa Tengah
- Jawa Timur.