Prakiraan BMKG Cuaca di Jabar 7–13 Mei 2026, Sejumlah Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan cuaca untuk periode 7 hingga 13 Mei 2026.
Dalam laporan di akun Instagram resminya @bmkg_jawabarat, sejumlah wilayah di Jawa Barat diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Informasi ini menjadi penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Apa Penyebab Cuaca Dinamis di Jawa Barat?
BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain:
- Suhu muka laut di perairan Indonesia yang masih relatif hangat
- Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO)
- Gelombang atmosfer Kelvin yang aktif.
Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan suplai uap air di atmosfer dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.
Bagaimana Sebaran Wilayah Terdampak?
BMKG memetakan potensi hujan dalam beberapa hari ke depan, dengan rincian sebagai berikut:
- Kamis, 7 Mei 2026:
- Kabupaten dan Kota Bogor
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut.
- Jumat, 8 Mei 2026: Nihil
- Sabtu, 9 Mei 2026: Nihil
- Minggu, 10 Mei 2026:
- Kabupaten Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kota Depok
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Purwakarta
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Majalengka.
- Senin, 11 Mei 2026: Nihil.
- Selasa, 12 Mei 2026: Nihil.
- Rabu, 13 Mei 2026: Nihil.
Meski pada beberapa hari tidak tercatat wilayah terdampak, BMKG tetap mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat dan lokal.
BMKG memberikan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Beberapa imbauan tersebut antara lain:
- Tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu
- Mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar
- Mengikuti arahan dan protokol evakuasi dari pemerintah daerah
- Tidak melakukan aktivitas sendirian di lokasi rawan bencana
Selain itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, baik darat, laut, maupun udara, diminta untuk memantau informasi cuaca terkini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang