Emil Audero Kena Lemparan Flare, Netizen Indonesia Panas: Instagram Inter Milan Diserbu Komentar
Insiden pelemparan flare ke arah Emil Audero, kiper Cremonese yang juga merupakan penjaga gawang Timnas Indonesia, memicu reaksi keras dari publik Tanah Air. Tidak hanya menjadi sorotan di Italia, kejadian tersebut langsung mengundang gelombang kemarahan netizen Indonesia di media sosial.
Dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Serie A, Audero menjadi korban aksi tidak bertanggung jawab oknum suporter Inter yang melempar flare ke dalam lapangan.
Flare tersebut meledak di dekat area gawang, membuat Audero sempat terkejut dan mendapatkan perawatan medis singkat. Meski demikian, kiper berdarah Indonesia itu tetap melanjutkan pertandingan dengan profesional.
Namun reaksi terbesar justru datang dari netizen Indonesia. Mereka langsung menyerbu kolom komentar Instagram resmi Inter Milan (@inter) sebagai bentuk solidaritas terhadap Emil Audero yang kini membela Timnas Indonesia.

Beragam komentar bernada keras, satir, hingga ajakan “serangan massal” membanjiri unggahan Inter. Beberapa di antaranya berbunyi:
“Suporter ndeso, gabung ae ke @liga1match ”
“SDM rendah”
“Gaskan serbuuuuuu!!!”
“Titik kumpullll”
“Sarapan pagi sambil memantau situasi”
“Jangan colek pemain Indonesia !!!”
“Oh ini suporter club ini yang lempar petasan ke internasional player Indonesia, not respect Inter Milan”
Tak sedikit pula netizen yang menyindir standar ganda dalam dunia sepak bola:
“Ketika suporter Indo lempar benda ke lapangan dihujat, kalau luar dibela kan aneh ”
Menariknya, beberapa penggemar Inter dari Indonesia juga ikut angkat suara dengan nada lebih moderat. Salah satu komentar menyebut:
“I’m Interisti, tapi @emil_audero adalah kiper tanah air Indonesia kami. @inter tolong bina suporter Ultras dengan baik”
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya solidaritas netizen Indonesia terhadap atlet yang membawa identitas Merah Putih, bahkan saat berkarier di luar negeri. Emil Audero bukan sekadar pemain klub asing, melainkan telah menjadi simbol kebanggaan nasional.
Insiden flare ini kembali menegaskan bahwa tindakan oknum suporter tidak hanya membahayakan keselamatan pemain, tetapi juga bisa berdampak luas hingga memicu reaksi lintas negara di era media sosial.