Ade Jona Pimpin Hipmi, Sona Maesana: Saatnya Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional

Munas XVIII BPP Hipmi
Munas XVIII BPP Hipmi

Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BPP Hipmi di Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026, telah menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026–2029 secara aklamasi.

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai Ketua Umum BPP Hipmi, Ade Jona menegaskan bahwa hasil Munas XVIII merupakan kemenangan seluruh kader Hipmi Indonesia, dan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aklamasi ini bukan kemenangan individu maupun kelompok tertentu. Ini adalah amanah dari seluruh keluarga besar HIPMI Indonesia. Karena itu, setelah Munas ini tidak ada lagi sekat-sekat, tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah semangat untuk bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan HIPMI dan kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Ade Jona dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.

Caketum BPP Hipmi, Ade Jona Prasetyo

Dia menekankan, tantangan ekonomi yang semakin kompleks membutuhkan organisasi pengusaha yang solid, adaptif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.

“Hipmi harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha muda Indonesia. Kita harus memperkuat kolaborasi, memperluas peluang usaha, mendorong lahirnya pengusaha baru, serta memastikan pengusaha muda Indonesia mampu menjadi pemain utama di negeri sendiri dan kompetitif di tingkat global,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo, Sona Maesana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi dan seluruh kader, yang telah menjaga suasana kondusif selama proses Munas berlangsung.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian Munas dapat berjalan dengan baik dan penuh semangat persaudaraan. Terima kasih kepada seluruh BPD Hipmi yang telah memberikan kepercayaan kepada Ade Jona. Dukungan yang luar biasa ini menunjukkan bahwa Hipmi memiliki komitmen yang sama untuk terus maju dan memberikan kontribusi bagi bangsa,” kata Sona.

Menurutnya, keberhasilan Ade Jona meraih dukungan luas dari berbagai daerah merupakan hasil dari proses komunikasi, silaturahmi, dan penyatuan gagasan yang telah dibangun selama beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kini saatnya seluruh kader kembali merapatkan barisan. Kontestasi telah selesai, dan agenda besar yang menanti adalah bagaimana Hipmi semakin kuat, semakin solid, dan semakin relevan dalam menjawab tantangan dunia usaha ke depan,” ujarnya.

Munas XVIII Hipmi yang digelar di Lampung menjadi momentum penting bagi organisasi dalam menyusun arah kepemimpinan dan strategi menghadapi dinamika ekonomi global. Di bawah kepemimpinan Ade Jona Prasetyo periode 2026–2029, Hipmi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi kader pengusaha, mitra strategis pemerintah, serta motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.