Kiai Ahmad Nuryanto Tarik Pernyataan soal Aceh Dilaknat: Demi Allah Tak Ada Unsur Kesengajaan

Ahmad Nuryanto, Kiai di Jateng yang Sebut Aceh Dilaknat
Ahmad Nuryanto, Kiai di Jateng yang Sebut Aceh Dilaknat

 Pernyataan tokoh agama asal Jawa Tengah, Kiai Ahmad Nuryanto, yang mengaitkan bencana alam di Aceh dengan isu keinginan merdeka, menuai sorotan luas setelah videonya beredar di media sosial. 

Dalam potongan video yang beredar, Nuryanto menyinggung banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, adalah bentuk laknat dari tuhan lalu mengaitkannya dengan isu politik.

Sebelum masuk ke pernyataan yang menuai kontroversi, Nuryanto lebih dulu menyinggung soal sejarah yang, menurutnya, telah “dibelokkan”. Ia menyatakan bahwa pejuang yang merebut kemerdekaan Indonesia adalah para habaib, sebutan bagi kelompok yang mengklaim memiliki hubungan darah dengan Nabi Muhammad SAW.

Kondisi dari udara situasi bencana banjir di Aceh Tamiang, Aceh.

“Kau biarkan kesesatan, kau biarkan pembelokan sejarah, pejuang-pejuang yang memerdekakan Indonesia adalah para habaib, kau biarkan kesesatan bangsamu, sama halnya kau biarkan kehancuran,” ucap Nuryanto dalam video tersebut.

Pernyataan itu kemudian berlanjut pada pengaitan langsung antara bencana di Aceh dan isu kemerdekaan. Ucapan inilah yang menjadi pemicu utama gelombang kritik publik.

“Kata gusti Allah sama. Aceh, Kota Serambi Mekah, kurang hebat apa (Aceh), tapi Allah paling laknat hancur itu, kenapa, ingin merdeka aja. Paling enak emang di Indonesia,” lanjutnya.

Respons warganet pun bermunculan, banyak yang menilai bencana di Aceh merupakan fenomena alam yang tidak pantas dijadikan alat untuk menyudutkan wilayah atau kelompok tertentu, apalagi dengan narasi keagamaan.

Sebagian warganet juga menyoroti potensi dampak sosial dari pernyataan tersebut. Generalisasi yang mengaitkan musibah dengan sikap politik suatu daerah dinilai berisiko memperlebar jarak sosial dan melemahkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Kiai di Jateng Sebut Aceh Dilaknat karena Ingin Merdeka

Kiai di Jateng Sebut Aceh Dilaknat karena Ingin Merdeka

Tak lama setelah videonya viral, Kiai Ahmad Nuryanto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui pernyataannya keliru dan menegaskan tidak ada niat untuk menghina masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah.

“Saya Ahmad Nuryanto menyatakan, demi Allah saya tarik pernyataan itu dan saya mengakui kesalahan. Tidak ada unsur kesengajaan untuk mengejek saudara kita yang kena musibah di Aceh,” ujarnya dikutip dari video Instagram @lambeturah.

Sebagai bentuk penyesalan, Nuryanto juga menyebut telah melakukan doa bersama. Ia mengatakan istighosah digelar bersama jemaahnya dengan doa khusus untuk Aceh agar diberi keteguhan iman dan dijauhkan dari bencana.

“Sebagai penebusan kesalahan itu saya berdoa istighosah bersama seluruh jemaah, mendoakan khusus bumi Aceh semoga diberi keteguhan iman oleh Allah, semua bencana apa pun diangkat oleh Allah, diberi kelebihan dan diberi kebaikan. Alfatihah,” tandasnya.