Beda Mualem dan Pemerintah Pusat soal Bantuan Luar Negeri untuk Korban Bencana Aceh

Mualem, Sugiono, banjir bandang Aceh, sugiono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, banjir sumatera, tanah longsor aceh, Beda Mualem dan Pemerintah Pusat soal Bantuan Luar Negeri untuk Korban Bencana Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan pemerintah pusat beda pandangan terkait perlu atau tidaknya bantuan luar negeri untuk membantu korban bencana Aceh.

Untuk diketahui, beberapa wilayah Aceh mengalami kerusakan parah imbas banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025, seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Aceh Selatan.

Banjir bandang dan tanah longsor juga melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat imbas siklon tropis Senyar yang sempat muncul di Selat Malaka.

Mualem menilai, bantuan dari luar negeri dibutuhkan untuk mengakomodasi warga yang terdampak bencana.

Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Sugiono berkukuh bahwa Indonesia masih sanggup mengatasi masalah ini tanpa campur tangan negara lain.

Mualem Sebut Bantuan Luar Negeri Sah-sah Saja

Mualem menegaskan bahwa seluruh bantuan dari dalam maupun luar negeri yang masuk ke Aceh telah tersalurkan secara tepat sasaran. 

Ia mencontohkan bantuan dari kenalannya asal Malaysia berupa obat-obatan yang sudah disalurkan kepada warga terdampak banjir. 

Hal tersebut dikatakan Mualem usai rapat terbatas bersama Presiden di Posko Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12/2025).

"Tersalurkan semuanya bahkan tidak cukup, dan mereka bahkan dalam beberapa hari ini, hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak tiga ton lagi, bersamaan dengan dokter," ujarnya dikutip dari , Senin (8/12/2025).

Mualem menambahkan bahwa Aceh tetap menerima bantuan dari luar negeri dan menilai uluran tangan dari negara lain sebagai hal yang sah-sah saja dan tidak ada yang melarang.

Hal ini termasuk tim pendeteksi mayat dari China yang saat ini sudah berada di lapangan untuk mengevakuasi jenazah yang tertimbun lumpur.

Kedatangan mereka juga berjalan lancar, meskipun sempat muncul kabar dugaan intervensi terkait kedatangan tim tersebut. 

"Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja," kata Mualem.

Lebih lanjut, Mualem menjelaskan bahwa tim pendeteksi mayat ini bukan atas nama pemerintah China, melainkan berstatus seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

"Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir. Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang kemari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM," jelasnya.

Sugiono Sebut Indonesia Masih Sanggup Tangani Bencana

Sementara itu, Sugiono menilai bahwa Indonesia masih sanggup menangani bencana yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa bantuan dari luar negeri masih belum dibutuhkan.

Sugiono mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang sudah berinisiatif untuk membantu.

Menurutnya, bantuan yang ditawarkan merupakan kepedulian negara lain terhadap situasi yang sedang terjadi di Indonesia.

“Kami sedang menyelesaikan semua yang dibutuhkan, tapi memang ada beberapa yang menawarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kami yakin kami masih bisa mengatasinya,” kata Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (5/12/2025).

“Semuanya mengatakan, kalau misalnya perlu apa-apa, beritahu. Tetapi saya kira, dengan semua kekuatan yang ada, dan ini adalah upaya bersama, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang