Nama Pengusaha Muslim Ini Muncul di Epstein File, Pernah Buat Pernyataan Kontroversial soal Wanita Muslim
Milioner asal Uni Emirat Arab (UEA), Sultan Ahmed bin Sulayem tengah ramai diperbicangkan publik. CEO dari DP World ini merupakan salah satu dari enam pria kaya dan berpengaruh yang sempat ditutupi dalam Epstein File.
Sultan Ahmed bin Sulayem sendiri diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dalam sejumlah korespondensi email yang terungkap, Sultan Ahmed bin Sulayem banyak bertukar pesan dengan bermuatan seksual dengan Epstein selama lebih dari satu decade. Tak hanya itu saja, dalam salah satu email yang dikirim oleh Sulayem ke Epstein dia pernah menyinggung tentang wanita muslim.
Berikut ini rangkuman sejumlah email pengusaha muslim yang ditunjukkan untuk Epstein selama hampir satu dekade terakhir.
Kaitkan wanita muslim dan pelaku teroris
Melansir laman Middle East Eye, dalam sebuah email yang dikirimkannya, Sultan Ahmed sempat memberikan komentar kasar bernada seksual terhadap wanita muslim yang ditemuinya temannya di masjid di Arab Saudi.
“Seorang teman saya pergi ke masjid di Saudi. Dengan begitu banyak teroris, jujur saja kamu tidak bisa membedakan apakah orang di sebelahmu hanya sedang menggaruk kemaluannya atau sedang memainkan tombol detonator!!!,” tulisnya dalam email itu.
Banggakan Bisa Dapatkan Pelajar Wanita
Dalam sebuah email pada September 2015, eksekutif bisnis berpengaruh asal Dubai itu membanggakan hubungannya dengan seorang pelajar pertukaran asing.
“Dia sempat bertunangan tapi sekarang kembali dengan saya … seks terbaik yang pernah saya alami, tubuhnya luar biasa,” demikian bunyi email tersebut.
Korespondensi tersebut juga memuat rujukan seksual, gambar telanjang, serta kisah vulgar tentang pertemuan-pertemuan lainnya.
Ceritakan Pengalaman Berhubungan dengan Wanita Rusia, Ukraina dan Moldova
Sejumlah email antara keduanya berisi pembahasan pengalaman seksual serta komentar tentang perempuan dengan bahasa yang merendahkan.
“Saya sedang pergi untuk mencoba ‘sampel’ perempuan Rusia yang masih segar, 100 persen perempuan, di yacht saya,” demikian bunyi email itu.
Dalam email lain, Sulayem juga sempat membahas tentang wanita asal Ukraina dan Moldova yang dipertemukan dengannya. Namun Sultan mengaku kecewa dengan wanita Moldova yang dinilainya tak secantik seperti di foto.
“Ngomong-ngomong, perempuan Ukraina dan Moldova itu sudah tiba. Sangat mengecewakan, yang dari Moldova tidak secantik di foto, sementara yang Ukraina sangat cantik,” tulis email itu.
Email lain menunjukkan Epstein mengirimkan tautan layanan pendamping di Italia kepada Sulayem, yang kemudian dibalas dengan satu kata yakni “Wow.”
Bantu Epstein Dapatkan Pulau Karibia Untuk Dijadikan Lokasi Perdagangan Seks
Sultan Ahmed Bin Sulayem diketahui memiliki peran besar dalam membantu Epstein mendapatkan Great St. James. Saat itu, Epstein dilarang membeli pulau tersebut karena vonisnya di tahun 2008. Namun sebuah perusahaan Kepulauan Virgin yang dimiliki bin Sulayem membeli pulau tersebut pada 2016, berdasarkan dokumen yang diperoleh media tersebut.
Email-email tambahan mengungkap bahwa bin Sulayem pewaris keluarga kuat Emirat yang memiliki hubungan erat dengan para penguasa Dubai mendorong rencana Epstein untuk mengembangkan kedua pulau itu menjadi resor pribadi bagi ’pelanggan’ dan teman-temannya.