Klarifikasi BNPB soal Tenda Pengungsi di Aceh Tamiang Baru Dipasang Jelang Kedatangan Prabowo

Aceh Tamiang, BNPB, Klarifikasi BNPB soal Tenda Pengungsi di Aceh Tamiang Baru Dipasang Jelang Kedatangan Prabowo

Media sosial Instagram diramaikan dengan kabar bahwa tenda pengungsi bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan tanah longsor baru dipasang jelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo kembali mengunjungi Aceh pada Jumat (12/12/2025) untuk memastikan percepatan pemulihan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan warga.

Kepala Negara didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.

Terkait kabar yang beredar di media sosial, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, distribusi logistik berupa tenda, baik Tenda Pleton (TP) maupun Tenda Keluarga (TK) telah dilakukan sejak akses jalur darat dari Medan menuju Aceh Tamiang mulai terbuka pada Sabtu (6/12/2025).

Ia menyebutkan, BNPB telah mengirimkan tidak kurang dari 30 TP dan 1.000 TK dalam waktu satu minggu.

Dari jumlah tersebut, delapan TP dan 664 TK sudah berdiri sejak Selasa (9/12/2025).

“Tentu saja upaya menggelar TP dan TK tersebut juga perlu waktu,” ujar Muhari kepada Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).

“Tim BNPB di lapangan terus mengupayakan pembangunan tenda tersebut siang dan malam (24 jam),” tambahnya.

BNPB Bangun Tenda agar Warga Dapat Tempat yang Layak

Muhari menjelaskan, pembangunan tenda dilakukan supaya warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor bisa mendapatkan tempat yang lebih layak.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kabar pembangunan tenda dilakukan berkaitan dengan kunjungan Prabowo di Aceh Tamiang sebagai informasi tidak benar.

“Penggelaran TP dan TK dilakukan dalam rangka memberikan tempat bernaung yang lebih baik bagi warga terdampak,” kata Muhari.

“Akan dilakukan hingga menjangkau seluruh warga yang saat ini masih mengungsi terwadahi,” sambungnya.

Muhari menambahkan, BNPB bakal terus mengupayakan yang terbaik dan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

Kritik dan saran merupakan bagian dari optimalisasi layanan kepada warga yang menjadi korban bencana.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini