Dewi Perssik Kena Hujat, Dinilai Kurang Empati Kasih Komentar Menohok Soal Bencana Aceh

Dewi Perssik
Dewi Perssik

 Dewi Perssik kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya terkait bencana banjir di Aceh menuai kritik tajam dari warganet. Pedangdut yang dikenal vokal tersebut dinilai kurang bijak dalam menyampaikan pendapatnya, terutama karena situasi bencana yang masih menelan korban dan menyisakan duka mendalam.

Kontroversi ini bermula dari potongan video siaran langsung yang beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah ulang oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall dan memperlihatkan Dewi Perssik tengah melontarkan pernyataan dengan nada emosional. Dalam video itu, Dewi membandingkan kondisi Aceh yang telah beberapa kali didatangi Presiden Prabowo Subianto dengan wilayah Lumajang dan Jember di Jawa Timur yang juga terdampak bencana. Scroll untuk tahu kelanjutannya, yuk!

"Masih mending kamu didatangin Aceh sama Presiden tiga kali, kita di Lumajang, Jember belum didatangin masih, tapi nggak berisik," ujar Dewi Perssik dalam potongan video itu, dikutip Senin 22 Desember 2025. 

Lebih lanjut, Dewi Perssik menyinggung pihak-pihak yang kerap melontarkan komentar negatif dan saling membandingkan penanganan bencana antar daerah. Menurutnya, energi yang digunakan untuk menyampaikan komentar buruk seharusnya dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti berdonasi kepada para korban bencana.

Ia menegaskan bahwa maksud ucapannya bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan untuk menegur pihak-pihak yang dinilai terlalu mudah melontarkan kritik tanpa empati. Dewi menyebut kondisi saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas nasional, bukan justru memecah belah masyarakat.

"Baiknya kita itu bersinergi, bermasyarakat, bersatu, bukan berantem-beranteman, yang ini, yang itu. Kita kan juga melihat bapak-bapak TNI itu jalan kaki siang malam ngasih bantuan, tapi ya Allah, pada nirempati banget yang ngata-ngatain," kata Dewi Perssik.

Namun, alih-alih mendapat dukungan, pernyataan tersebut justru memantik reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai Dewi Perssik keliru karena membandingkan dua wilayah bencana dengan kondisi dan skala yang berbeda. Pernyataan “nggak berisik” yang ia lontarkan juga dianggap melukai perasaan korban dan masyarakat Aceh.

"Sebenarnya ungkapan rasa sedih nggak didatengin ada benarnya, tapi kalau membandingkan bencana dan ngatain orang lain berisik, itu salah... malah memperkeruh suasana, justru dia sendiri jadinya yang memecah rakyat," komentar netizen.

"Astaga, seriusan dia ngomong kayak gini??????" sahut yang lain.

"Skala bencananya beda mbak," tambah warganet.

Sebagai informasi, wilayah Aceh dan sekitarnya hingga kini masih berada dalam kondisi darurat akibat banjir bandang yang terjadi sejak akhir November 2025. Bencana tersebut dilaporkan telah menelan korban jiwa hampir seribu orang serta melumpuhkan berbagai fasilitas publik.

Sementara itu, wilayah Jawa Timur seperti Lumajang dan Jember juga menghadapi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru yang turut menyebabkan kerusakan dan membutuhkan penanganan serius.

Pernyataan Dewi Perssik yang membandingkan dua bencana tersebut akhirnya dinilai banyak pihak sebagai bentuk kurangnya empati di tengah situasi duka nasional.