“Allah Nggak Ada, Gue Tetap Bintang!” Masa Kelam Hingga Kisah Hijrah Ivan Gunawan Bikin Merinding

Potret Ivan Gunawan di Masjidil Haram Makkah
Potret Ivan Gunawan di Masjidil Haram Makkah

 Perjalanan spiritual Ivan Gunawan menjadi sorotan setelah ia secara terbuka membagikan kisah hijrahnya yang penuh lika-liku. Sosok yang kini dikenal religius itu ternyata pernah berada di titik terjauh dari nilai-nilai keimanan.

Dalam perbincangannya bersama Atta Halilintar, Ivan mengungkap bahwa tahun 2025 menjadi momen penting yang mengubah arah hidupnya secara drastis. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"2025 tuh buat aku tuh kayak sebenarnya sebuah refleksi perjalanan aku. Kayak aku ngerasa reborn gitu loh, kayak becoming a new person in life gitu," ungkap Ivan Gunawan di kanal YouTube Atta Halilintar, dikutip Selasa 24 Maret 2026. 

Pengakuan paling mengejutkan datang saat Ivan menceritakan masa lalunya yang jauh dari praktik ibadah. Ia mengakui sempat meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim dalam waktu yang cukup lama.

"Gue tuh dulu salat nggak pernah, salat Jumat nggak pernah, puasa nggak pernah," kata desainer kelahiran 31 Desember 1981 itu.

Tak hanya itu, kesuksesan di dunia hiburan sempat membuatnya merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan. Ia bahkan mengakui pernah memiliki pola pikir yang terlampau percaya diri terhadap pencapaiannya sendiri.

"Allah nggak ada, gue tetap bintang. Allah nggak ada, gue tetap terkenal," ucap Igun menggambarkan kesombongannya di masa lalu.

Ia juga menyebut bahwa gaya hidup modern dan kenyamanan materi membuatnya merasa cukup tanpa perlu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Gue tuh pemikiran gue semodern itu," jelas desainer kondang ini kepada Atta Halilintar.

Namun titik balik itu datang secara tak terduga saat ia tengah berada di New York. Di tengah rutinitas liburan mewah, muncul keinginan spontan yang mengubah segalanya.

"Terus randomly, maaf ya ya Allah ini ngomongnya random ya tapi emang pada waktu itu tuh kayak gini 'Ya sudah deh umrah deh' gitu," tuturnya mengenai awal mula keberangkatannya ke tanah suci.

Tanpa banyak persiapan, Ivan langsung bertolak ke Mekkah setibanya di Jakarta.

"Jadi kayak cuma ganti koper gitulah ceritanya gitu," imbuh Igun singkat.

Perjalanan umrah tersebut menjadi pengalaman spiritual yang berbeda dari sebelumnya. Jika dulu ia berangkat karena urusan pekerjaan, kali ini ia benar-benar datang dengan niat beribadah.

Di sana, ia memberanikan diri memanjatkan doa yang sangat spesifik terkait keinginannya memiliki butik di lokasi tertentu.

"Aku bilang sama Allah 'Ya Allah aku pengen deh punya butik di atas tanah 450 meter di jalan Abdul Majid. Aku pengen banget'," kenangnya.

Doa tersebut kemudian dikabulkan, yang menjadi titik kesadaran besar bagi Ivan tentang kekuatan doa.

"Oh ternyata Allah itu dengarin ya doa kita," terang Ivan Gunawan.

Perubahan ini berlanjut hingga Ramadhan, di mana untuk pertama kalinya dalam hidup, ia berhasil menjalankan puasa penuh selama 30 hari.

"Dan qadarullahnya lagi pertama kali seumur hidup puasa 30 hari full itu tahun kemarin," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Momen takbiran pun terasa sangat berbeda baginya. Ia mengaku merasakan haru dan kemenangan yang belum pernah ia alami sebelumnya.

"Dengar takbiran tuh ngerasa nggak keganggu. Merinding ngerasa menang gimana sih Ta?" ujar Igun penuh emosi.

Keinginan untuk menyempurnakan ibadah semakin kuat saat ia berada di Dubai. Ia pun langsung mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji dan mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk bantuan pelunasan dari sahabatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjelang keberangkatan, Ivan bahkan melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Ia melunasi seluruh utang dan menghentikan kebiasaan menggunakan kartu kredit karena diliputi rasa takut akan kematian.

"Jadi gue keluarin tuh semua kartu kredit gue gunting-guntingin, gue lunas-lunasin semua utang-utang gue lunas-lunasin, gue takut mati Ta," pungkasnya menutup cerita hijrahnya.