Serie A 2025-2026 Cetak Rekor Minim Gol, Lautaro Top Skor dengan 17 Gol

Liga Italia, Serie A, Inter Milan, Lautaro Martinez, Serie A 2025-2026 Cetak Rekor Minim Gol, Lautaro Top Skor dengan 17 Gol

Liga Italia 2025-2026 resmi tercatat sebagai musim dengan jumlah gol paling sedikit sejak kompetisi menggunakan format 20 tim.

Sepanjang musim, total hanya tercipta 922 gol (2,42 gol per laga), melewati rekor terendah sebelumnya yang terjadi pada musim 2010-2011 dengan 955 gol.

Bandingkan dengan Liga Italia musim lalu yang berada di angka 973 gol sepanjang musim atau 2,56 per laga. Sera musim 2022-2023 di mana tercetak 992 gol atau 2,61 gol per laga.

Catatan tersebut memperlihatkan penurunan produktivitas cukup signifikan di Serie A, termasuk dari sisi kontribusi individu para penyerang.

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, keluar sebagai top skor liga dengan koleksi 17 gol.

Jumlah itu menjadi salah satu raihan top skor terendah dalam sejarah modern Serie A.

Lautaro unggul tiga gol atas Donyell Malen dan Anastasios Douvikas yang sama-sama membukukan 14 gol dan berada di bawah penyerang Inter Milan tersebut dalam daftar pencetak gol terbanyak.

Lagi-lagi sebagai perbandingan, Matteo Retegui menjadi cappocanonieri (pencetak gol terbanyak) dengan 25 gol musim lalu, Lautaro menjadi top skor 2023-2024 dengan 24 gol, dan Victor Osimhen membukukan 26 gol pada 2022-2023.

Kontribusi Pemain Italia Ikut Menurun

Selain rendahnya total gol secara keseluruhan, Serie A juga mencatat minimnya kontribusi pemain Italia sepanjang musim.

Pemain-pemain asal Italia hanya mencetak total 237 gol sepanjang kompetisi berlangsung. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak musim 2004-2005.

Penyerang Italia tersubur di Italia hanya berhasil mencapai 10 gol, yakni Riccardo Orsolini (Bologna) dan Gianluca Scamacca (Atalanta).

Sebelumnya, catatan terendah terjadi pada musim 2022-2023 ketika pemain Italia menghasilkan 286 gol.

Liga Italia, Serie A, Inter Milan, Lautaro Martinez, Serie A 2025-2026 Cetak Rekor Minim Gol, Lautaro Top Skor dengan 17 Gol

Penyerang Bologna, Riccardo Orsolini, merayakan setelah mencetak gol selama pertandingan semifinal Piala Super Italia antara Inter Milan dan Bologna FC 1909 di Stadion King Al-Awwal Park, Riyadh pada 19 Desember 2025.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah upaya sepak bola Italia membangun kembali kekuatan kompetitifnya, baik di level domestik maupun Eropa.

Meski demikian, performa klub-klub Italia di kompetisi Eropa dinilai tetap menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir, termasuk di ajang Liga Champions.

Persaingan Musim Depan Diprediksi Lebih Ketat

Memasuki musim 2026-2027, Inter Milan akan mencoba mempertahankan gelar juara Serie A yang mereka raih musim ini.

Sementara itu, Juventus dan AC Milan diperkirakan kembali bersaing setelah hanya finis di posisi kelima dan keenam pada musim ini.

Di ibu kota, Gian Piero Gasperini akan memasuki musim kedua proyeknya bersama AS Roma dengan target membawa klub bersaing dalam perebutan Scudetto.

Sementara itu, Como 1907 diprediksi kembali menjadi kejutan kompetisi setelah keberhasilan tim milik Grup Djarum ini menembus papan atas dan lolos ke Liga Champions.

Di sisi lain, Atalanta diyakini akan mencoba kembali ke performa terbaik bersama Maurizio Sarri yang bereuni dengan direktur olahraga Cristiano Giuntoli di Bergamo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang