Mourinho Beri Peringatan Tegas untuk Prestianni Terkait Isu Rasis
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memecah kesunyian terkait tuduhan rasisme yang melibatkan pemainnya, Gianluca Prestianni.
Gianluca Prestianni disebut melakukan dugaan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Insiden yang terjadi dalam laga leg pertama play-off Liga Champion 2025-2026 di Estadio da Luz itu kini tengah berada dalam penanganan serius pihak UEFA.
Dalam pernyataan terbarunya, Jose Mourinho menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan di dalam lapangan.
Pelatih berjuluk The Special One itu memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi tindakan rasisme di bawah kepemimpinannya, meskipun saat ini pihak klub dan pemain yang bersangkutan masih membantah tuduhan tersebut.
Mourinho menekankan bahwa setiap pemain harus patuh pada etika yang dijunjung tinggi oleh dirinya dan juga manajemen klub.
Ia menyatakan komitmennya untuk mengambil tindakan paling ekstrem jika tuduhan tersebut terbukti benar di meja hijau.
“Jika pemain saya, Prestianni, tidak menghormati prinsip-prinsip ini, yang merupakan prinsip saya dan Benfica, kariernya bersama pelatih bernama Mourinho dan di klub seperti Benfica akan berakhir,” kata Mourinho dikutip dari Football Espana.
Meski memberikan ancaman nyata, manajer asal Portugal ini tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di UEFA.
Jose Mourinho meminta semua pihak untuk bersikap hati-hati sebelum ada keputusan final yang didasarkan pada bukti-bukti kuat.
“Asumsi tidak bersalah adalah hak, tetapi saya harus menambahkan banyak 'ya' di depan saya. Jika Anda ingin saya mengulangi apa yang saya bantah dua puluh kali, saya akan melakukannya. UEFA tidak menyertakan 'jika…' yang seharusnya disertakan," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan konsekuensi personal yang akan ia tunjukkan kepada pemain asal Argentina tersebut.
"Jika pemain itu benar-benar bersalah, saya tidak akan pernah memandangnya seperti ini lagi, dan itu sudah berakhir bagi saya, tetapi saya harus berhati-hati,” tegas Mourinho.
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.
Investigasi UEFA dan Kesaksian Pemain
Insiden ini bermula ketika Vinicius Junior melaporkan kepada wasit Francois Letexier bahwa dirinya dihina dengan sebutan rasis setelah mencetak gol.
Real Madrid mengonfirmasi bahwa protokol anti-rasisme sempat diaktifkan yang membuat laga terhenti selama beberapa menit.
Di sisi lain, UEFA telah menunjuk inspektur etika dan disiplin untuk mengumpulkan bukti-bukti.
“Laporan resmi dari pertandingan semalam sedang ditinjau. Jika ada pengaduan, proses akan dimulai, dan jika sanksi disiplin dijatuhkan, hal ini akan diumumkan di situs web disiplin UEFA,” bunyi pernyataan resmi dari otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut.
Komitmen Mourinho di Benfica
Selain membahas isu rasisme, sang pelatih juga mengklarifikasi rumor yang menghubungkan dirinya kembali ke Bernabeu untuk menangani Real Madrid.
Mourinho secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk meninggalkan raksasa Portugal tersebut dalam waktu dekat.
Mourinho menegaskan bahwa meskipun ia memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Florentino Perez, fokus utamanya saat ini hanyalah untuk menghormati sisa kontraknya di Lisbon.
“Ada sesuatu yang bisa saya kendalikan: kemauan dan emosi saya," tegas pelatih kelahiran Setubal, Portugal, pada 26 Januari 1963 itu.
"Setelah masalah dengan pertandingan Real Madrid, beberapa orang berpikir bahwa saya telah melewatkan kesempatan untuk kembali. Anda bertanya kepada saya apakah mungkin untuk mengatakan tidak dan saya menjawab ya."
"Apakah Anda pikir saya bisa mengatakan tidak kepada Florentino jika saya ingin kembali? Saya memiliki banyak kekurangan, tetapi saya tidak bodoh," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Jose Mourinho menyampaikan keinginannya untuk menetap lebih lama jika klub menawarkan perpanjangan masa bakti.
"Saya objektif ketika mengatakan bahwa saya ingin tetap di Benfica, dan saya hanya ingin bermain di satu liga, bukan dua: liga nyata dan virtual. Saat ini kami bermain di dua liga, dan saya hanya menginginkan satu. Saya ingin tetap tinggal dan menghormati kontrak saya. Jika mereka ingin memperbarui kontrak, saya akan melakukannya tanpa perlu berdiskusi,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang