Aurelie Moeremans Ungkap Kisah Child Grooming Lewat Buku Broken Strings, Ini Isi Buku dan Link Downloadnya
Aktris Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman traumatis masa mudanya melalui sebuah buku memoar yang dirilis pada Januari 2026.
Kisah itu dibagikan dalam buku berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah yang dibagikan secara gratis melalui media sosial dan platform digital pribadinya.
Buku tersebut mengulas peristiwa child grooming dan kekerasan psikologis yang dialaminya sejak usia remaja.
Pengakuan ini disampaikan Aurelie sebagai bentuk penyembuhan diri sekaligus edukasi publik.
Melalui unggahan di akun Instagram @aurelie, Aurelie menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya yang selama bertahun-tahun ia simpan rapat.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri," tulisnya di Instagram @aurelie, dikutip pada Selasa (13/1/2026).
Link Download Buku Broken Strings - Aurelie Moeremans
Buku ini dirilis dalam dua bahasa dan dibagikan secara cuma-cuma dalam format digital melalui akun media sosial pribadinya.
Penggemar bisa mengakses link yang ada di Instagram Aurelie atau melalui link berikut ini.
Isi Buku Broken Strings dan Sudut Pandang Korban
Broken Strings menjadi medium pengakuan berani Aurelie Moeremans atas pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun.
Buku ini membuka praktik manipulasi relasi anak dan orang dewasa yang kerap tersamarkan dalam kedekatan emosional semu.
Di bagian awal, Aurelie membawa pembaca pada pertemuannya dengan seorang pria bernama Bobby, nama samaran yang dikenalnya di lokasi syuting.
Relasi tersebut berkembang secara bertahap hingga membentuk ketergantungan emosional.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie, dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/1/2025).
Dalam buku itu, Aurelie menceritakan awal mula dirinya terjerat hubungan toksik dengan seorang pria berusia 29 tahun yang secara perlahan membangun ikatan emosional untuk memanipulasi dan mengendalikan dirinya.
Kisah ini menegaskan bahwa kekerasan dalam relasi tidak selalu berbentuk fisik.
Aurelie mengungkap bagaimana ia diisolasi dari keluarga, dikontrol secara ketat, hingga diancam dengan penyebaran foto pribadi untuk membungkam suaranya.
Kisah Pernikahan di Bawah Tekanan dan Ancaman
Salah satu bagian paling berat dalam Broken Strings adalah saat Aurelie menceritakan dirinya dipaksa menandatangani dokumen pernikahan pada usia 18 tahun.
Keputusan itu diambil bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan akibat ancaman terhadap keselamatan kedua orang tuanya.
Pernikahan tersebut dilakukan secara diam-diam pada waktu fajar.
Dalam bukunya, Aurelie menggambarkan momen itu bukan sebagai kebahagiaan, melainkan awal dari penjara emosional yang semakin dalam.
Buku ini juga menggambarkan proses kontrol emosional hingga titik balik ketika Aurelie mulai menyadari situasi yang menjeratnya.
“Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulisnya.
Aurelie menegaskan bahwa buku ini ditulis tanpa romantisasi.
“Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,” ujarnya.
Aurelie menutup memoirnya dengan penegasan bahwa kisah ini adalah tentang trauma sekaligus kesembuhan.
"Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku," tulisnya.
Proses Pemulihan dan Kehidupan Baru yang Bahagia
Aurelie menegaskan bahwa buku ini ditulis bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai bagian dari proses pemulihan diri.
Ia berharap kisahnya dapat mendorong penyintas lain untuk berani bersuara.
Setelah melalui perjalanan panjang, Aurelie kini menjalani kehidupan baru. Ia menikah dengan Tyler Bigenho pada 2024 dan tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka.
Perjalanan hidupnya dari korban hingga calon ibu menjadi gambaran tentang ketahanan dan resiliensi manusia.
Respons Publik dan Dukungan Suami
Buku Broken Strings dibagikan secara gratis dan telah dibaca puluhan ribu orang. Aurelie menyebut kisah tersebut tidak lagi sekadar menjadi cerita pribadi.
“Sudah dibaca puluhan ribu orang. Dan cerita yang sudah menyentuh banyak hati, enggak bisa dihapus,” tutup Aurelie.
Keputusan membuka kisah traumatis ini juga mendapat dukungan penuh dari sang suami, Tyler Bigenho.
“Dia yang dari awal percaya ceritaku bisa jadi sesuatu yang baik dan berarti buat banyak gadis muda lainnya,” tutur Aurelie, dikutip dari Kompas.com, Selasa (12/1/2026).
Versi Cetak Broken Strings Akan Dirilis
Setelah dirilis dalam format digital, Aurelie memastikan Broken Strings akan hadir dalam versi cetak.
Sampul buku bernuansa hijau menampilkan ilustrasi tangan, dengan judul dan nama Aurelie Moeremans tercetak jelas.
“Halo teman-teman. Buku Broken Strings karya @aurelie tak lama lagi dapat kamu genggam secara langsung untuk kamu baca di kamar, sekolah, kampus, kafe, atau di mana saja,” tulis Aurelie, dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa versi cetak akan dilengkapi ilustrasi penuh warna karya @tea.with.ami.
Naskah edisi hardcover turut melalui proses penyuntingan oleh @balqisnab tanpa menghilangkan kejujuran dan suara penulis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com “” dan "Apa Isi Buku Broken Strings yang Ditulis Aurelie Moeremans?".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang