Aura Kasih Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dituding Jadi Selingkuhan Ridwan Kamil
Nama Aura Kasih kembali jadi sorotan pengguna media sosial menyusul dengan dugaan dirinya berlibur bersama Ridwan Kamil ke Eropa. Dugaan keduanya liburan bareng ini ramai setelah publik menemukan kesamaan pada postingan Ridwan Kamil dan Aura Kasih.
Terkait dengan isu tersebut, kuasa hukum Aura Kasih, Yanti Nurdin angkat bicara. Disebut Yanti, kliennya dengan tegas membantah tudingan tak mendasar itu.
“Sebetulnya kita juga nggak tau masalah yang dengan pak Ridwan Kamil. Tapi dari mbak Aura sendiri bilang itu nggak bener semua,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube Intens Investigasi, Kamis 25 Desember 2025.
Menyusul dengan tudingan miring yang dialamatkan kepada kliennya, Yanti menyebut bahwa saat ini pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengumpulkan bukti-bukti unggahan di media sosial yang menyudutkan Aura Kasih. Bahkan kata Yanti pihaknya tak menutup kemungkinan untuk membawa masllah ini ke ranah hukum.
“Jadi kita lagi coba kumpulin bukti-bukti yang ada kayaknya semakin parah beritanya. Saya lihat di tv segala macam mungkin kalau kita sudah cukup bukti semuanya kita juga siap-siap untuk ngelaporin orang yang bikin isu nggak bener itu,” kata dia lebih lanjut.
Saat ini, kata Yanti pihaknya masih dalam proses pengumpulan barang bukti untuk masalah ini. Bahkan Yanti juga menilai beberapa unggahan yang dianggap sebagai bukti di media sosial bisa saja tak mendasar atau bahkan rekayasa AI.
“Nggak bener itu semuanya. Belum (buktinya) lagi dikumpulkan dari kita ya, karena itu buktinya apa kok tiba-tiba. Sekarang banyak IT yang bisa dibikin-bikin, AI ya. Jadi nggak bener,” kata dia.
Sementara itu, Alexander Januar Gaodilliam yang juga merupakan tim hukum Aura Kasih, menyatakan bahwa fokus utama mereka saat ini sebenarnya adalah urusan perwalian anak, bukan urusan gosip. Namun di satu sisi, Alexander menilai tindakan Aura Kasih yang berniat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum adalah wajar. Sebab, Alex melihat komentar-komentar negatif dari netizen cukup mengganggu kenyamanan kliennya.
“Hak dia mungkin dia terganggu dengan komen-komen warga masyarakat yang lumayan offended jadi untuk menjaga ketenangan juga ya itu hak dia. Kita belum bisa banyak komentar sih itu kan ranah privasi, nggak usah terlalu dipublish kita fokus ke perwalian anak,” kata dia.