Herdman Kejar Chemistry Timnas Indonesia, Waktu Menuju Piala Asia Kian Singkat

Timnas Indonesia, Piala Asia 2027, Joey Pelupessy, Herdman Kejar Chemistry Timnas Indonesia, Waktu Menuju Piala Asia Kian Singkat

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan pentingnya membangun chemistry dan ritme permainan saat menghadapi Mozambik pada laga FIFA Matchday Juni 2026.

Pertandingan Timnas Indonesia vs Mozambik akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB.

Meski akan memilih komposisi terbaik untuk setiap pertandingan, Herdman menilai kesinambungan permainan antarpemain menjadi aspek yang tidak kalah penting menjelang Piala Asia 2027 yang akan digelar pada Januari mendatang.

"Saya pikir kami akan membuat pilihan terbaik untuk tim. Satu kata yang penting bagi saya dalam kampanye ini adalah konsistensi," ujar Herdman.

Setelah menghadapi Mozambik, Timnas Indonesia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berkumpul dalam format skuad lengkap sebelum Piala Asia.

Di luar agenda Piala AFF, Herdman masih akan memanfaatkan jendela FIFA Matchday pada September, Oktober, dan November untuk mematangkan tim.

"Kami hanya memiliki beberapa jendela FIFA Matchday lagi sebelum Piala Asia. Kami harus membuat para pemain bermain bersama, membangun chemistry, dan membangun ritme permainan," kata pelatih asal Kanada tersebut.

Pemain perlu diberi kesempatan

Timnas Indonesia, Piala Asia 2027, Joey Pelupessy, Herdman Kejar Chemistry Timnas Indonesia, Waktu Menuju Piala Asia Kian Singkat

Aksi Ragnar Oratmangoen dalam laga Timnas Indonesia vs Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Herdman menegaskan, agenda FIFA Matchday kali ini juga menjadi kesempatan untuk memberi ruang kepada lebih banyak pemain membuktikan kualitasnya.

Menurut dia, Indonesia memiliki banyak potensi, baik dari pemain diaspora maupun pemain yang berkarier di kompetisi domestik.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, Herdman memang berkomitmen memberi kesempatan kepada pemain yang dinilai cocok dengan sistem dan gaya bermain yang ingin diterapkannya.

"Penting bagi para pemain untuk mendapatkan kesempatan itu. Jendela FIFA kali ini memang sedikit tentang eksperimen, tetapi yang lebih penting adalah membangun kesinambungan tim," ujar Herdman.

"Kami memiliki pemain-pemain yang telah menjalani karier profesional dengan baik dan mereka layak mendapatkan kesempatan untuk tampil sejak awal pertandingan," lanjutnya.

Joey Pelupessy jadi andalan

Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari Herdman adalah Joey Pelupessy.

Gelandang berusia 32 tahun itu baru saja membantu klubnya, Lommel SK, meraih promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia musim depan. Penampilan konsisten Pelupessy di level klub menjadi alasan Herdman mempertimbangkannya sebagai pilihan utama di Timnas Indonesia.

"Joey ada di sini setelah membantu klubnya promosi musim ini. Saya perlu memainkan pemain-pemain seperti dia," kata Herdman.

Menurutnya, pemain yang tampil reguler di klub perlu diberi kesempatan untuk membangun pemahaman yang lebih baik dalam sistem permainan tim nasional.

"Sangat penting bagi mereka untuk mulai mendapatkan konsistensi di tim utama dan terbiasa dengan sistem kami, gaya bermain kami, serta rekan-rekan setim yang lain," tutur Herdman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang