Kini Poligami, Inara Rusli Nyesel Pernah Bilang Gak Ada Perempuan Baik-baik yang Mau Sama Suami Orang
Nama Inara Rusli kembali menjadi sorotan karena pernyataan masa lalu yang kembali mencuat dan dinilai berbanding terbalik dengan kondisi yang sedang ia hadapi saat ini. Perjalanan hidup Inara seolah berputar tajam, mempertemukannya dengan situasi yang dulu ia kecam keras.
Beberapa waktu lalu, Inara dikenal sebagai sosok yang vokal mengecam perselingkuhan setelah mengalami pahitnya pengkhianatan dalam rumah tangganya bersama Virgoun. Kala itu, Inara memilih mengakhiri pernikahan setelah mengetahui sang suami diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Luka tersebut mendorongnya melontarkan pernyataan tegas yang menuai dukungan banyak pihak. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Dalam sebuah podcast bersama Richard Lee, Inara dengan lugas menyampaikan pandangannya soal perempuan yang menjalin hubungan dengan pria beristri.
"Tidak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang, yang kata orang untuk menjadi selingkuhan nggak perlu cantik, perlunya nggak tahu diri saja," ucap Inara dalam podcast Richard Lee, dikutip Jumat 9 Januari 2026.
Pernyataan itu sempat viral dan dianggap merepresentasikan kemarahan sekaligus keberanian seorang istri yang dikhianati. Namun waktu berjalan, dan situasi yang kini dihadapi Inara justru menempatkannya pada posisi yang sangat berbeda.
Publik dikejutkan ketika Inara diketahui menikah siri dengan Insanul Fahmi, sosok yang hingga kini masih tercatat sebagai suami sah dari Wardatina Mawa. Polemik pun tak terhindarkan. Inara, yang dahulu mengecam keras perempuan dalam posisi “orang ketiga”, kini harus berhadapan dengan tudingan serupa.
Kesadaran akan ironi tersebut akhirnya diakui sendiri oleh Inara. Dalam podcast Denny Sumargo, ia secara terbuka menyesali ucapannya di masa lalu dan mengakui kekeliruannya dalam memahami konteks syariat.
"Aku mau ngelurusin juga kalau aku pernah ngeluarin statement di beberapa podcast, aku bilang 'nggak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang'," kata Inara Rusli saat menjadi tamu di podcast Denny Sumargo.
Ia kemudian melanjutkan dengan refleksi mendalam yang menunjukkan perubahan sudut pandangnya.
"Aku akui aku salah, harusnya aku nggak ngomong kayak gitu karena itu sama dengan aku menghina syariat poligami, aku menghina istri-istri para nabi, aku menghina istri-istri sahabat-sahabat Nabi. Apakah zaman itu mereka saling menyalahkan satu sama lain? Kan nggak, aku nggak paham kalau itu adalah syariat," lanjutnya.
Di sisi lain, konflik ini telah merambah ke ranah hukum. Wardatina Mawa secara resmi melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan. Upaya mediasi melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) yang sempat diajukan Inara diketahui tidak membuahkan hasil karena pihak Wardatina menolak berdamai.
Dalam laporannya, Wardatina Mawa turut melampirkan bukti rekaman CCTV yang diklaim memperlihatkan kedekatan Inara dan Insanul. Namun persoalan tak berhenti di situ. Rekaman tersebut justru menjadi objek sengketa baru setelah Inara melaporkan dugaan akses ilegal atas CCTV tersebut.
Kasus laporan Inara kini telah memasuki tahap penyidikan di Bareskrim Polri sejak Januari 2026.