Top 7+ Fakta Andrie Yunus Disiram Air Keras: Rumah Keluarga Didatangi OTK, Aktivitas Korban Dipantau
- 1. Polisi Duga Pelaku Penyiraman Air Keras 2 Orang
- 2. Polisi Periksa Dua Saksi dan CCTV
- 3. Korban Alami Luka Bakar di Wajah, Dada, dan Tangan
- 4. KontraS Ungkap Ciri-ciri Terduga Pelaku
- 5. Dirawat di RSCM dan Ditangani Enam Dokter Spesialis
- 6. Rumah Keluarga Andrie Sempat Didatangi Orang Tak Dikenal
- 7. Andrie Yunus Diduga Dipantau Sebelum Insiden
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Salemba. Saat itu Andrie sedang mengendarai sepeda motor miliknya.
Insiden bermula sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie melintas di Jalan Salemba I menuju arah Talang, Jakarta Pusat.
Di tengah perjalanan, dua orang tak dikenal yang mengendarai satu sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan, tepatnya dari Jalan Talang atau kawasan Jembatan Talang.
Ketika berada cukup dekat dengan korban, salah satu pelaku menyiramkan air keras yang langsung mengenai tubuh Andrie.
Berikut sejumlah fakta terkait penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
1. Polisi Duga Pelaku Penyiraman Air Keras 2 Orang
Polda Metro Jaya menduga aksi penyiraman air keras tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku.
"Kalau informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kita dalami. Kita sekarang mengedepankan pemulihan dulu kepada korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).
Menurut Budi, kondisi korban saat ini masih dalam tahap perawatan sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik.
"Karena pada saat penyiraman ada pengelupasan di bagian tangan, badan, maupun wajah," katanya.
Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar menyampaikannya kepada pihak kepolisian.
"Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini," katanya.
Budi menambahkan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan barang bukti.
2. Polisi Periksa Dua Saksi dan CCTV
Penyelidikan kasus ini juga melibatkan pemeriksaan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, polisi sedang mengumpulkan berbagai bukti digital.
"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya," kata Johnny dikutip dari Antara, Jumat.
Selain itu, polisi telah melakukan wawancara terhadap dua saksi untuk mendalami insiden yang dialami Andrie.
"Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara interview. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal," tutur Johnny.
3. Korban Alami Luka Bakar di Wajah, Dada, dan Tangan
Akibat penyiraman tersebut, Andrie mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Johnny menyebutkan bahwa luka korban terdapat di wajah, dada, dan tangan.
Ia juga menyampaikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian khusus terhadap penanganan kasus ini.
"Bapak Kapolri selaku Pimpinan Polri memberikan atensi, dan kita segenap personel Polri dalam hal ini penyidik, baik yang ada di Polres Jakarta Pusat, yang ada di Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-back up, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," tandas Johnny, dikutip dari , Jumat.
4. KontraS Ungkap Ciri-ciri Terduga Pelaku
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan ciri dua orang yang diduga terlibat dalam penyiraman tersebut.
"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ujar Dimas dikutip dari , Jumat (13/3/2026).
Dimas mengatakan, pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara penumpang di belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah.
Pelaku kedua juga mengenakan kaus biru tua serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban," tutur Dimas.
5. Dirawat di RSCM dan Ditangani Enam Dokter Spesialis
Setelah kejadian, Andrie segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.
"Andrie ditangani oleh enam orang dokter dengan spesialisasi berbeda-beda," jelas Dimas, dikutip dari , Jumat.
Tim dokter yang menangani berasal dari berbagai bidang, di antaranya spesialis mata, THT, saraf, tulang, thorax atau dada, organ dalam, serta kulit.
Hasil diagnosis awal menyebutkan Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.
"Andrie saat ini menjalani operasi mata untuk mengganti jaringan amnion atau cangkok dengan bius lokal," tambah Dimas.
6. Rumah Keluarga Andrie Sempat Didatangi Orang Tak Dikenal
Dimas juga mengungkapkan bahwa rumah keluarga Andrie di Sukabumi, Jawa Barat, sempat didatangi orang tak dikenal beberapa waktu sebelum kejadian.
"Tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andrie, sekitar bulan Januari ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andrie di daerah Sukabumi, Jawa Barat," ujar Dimas dikutip dari , Jumat.
Menurutnya, kedatangan orang tersebut diduga untuk mencari informasi mengenai Andrie.
"Mencari tahu soal keluarganya Andrie. Dan, ini juga bagian dari cerita yang baru saja disampaikan oleh orangtuanya Andrie," jelasnya.
7. Andrie Yunus Diduga Dipantau Sebelum Insiden
Selain itu, keberadaan orang tak dikenal juga disebut sempat terlihat di sekitar asrama KontraS di Jakarta Pusat beberapa hari sebelum kejadian.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menyatakan ada orang yang terlihat memantau lokasi tersebut.
"Jadi tiga hari ini ada orang datang ke asrama KontraS memantau, dia di depan pintu asrama KontraS. Ketika didatangi dia pergi. Itu beberapa saksi melihat ada orang asing di sekitar mess KontraS tiga hari sebelum kejadian," jelas Isnur.
Berdasarkan keterangan saksi, orang tersebut bukan merupakan warga di sekitar lokasi asrama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang