Fakta-fakta Mencekam Dua Jurnalis Indonesia Ditangkap Militer Israel saat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Di tengah memanasnya konflik di Gaza, kabar mengejutkan datang dari dua jurnalis Indonesia yang ikut dalam pelayaran bantuan kemanusiaan internasional. Bukannya tiba dengan selamat membawa bantuan untuk warga Palestina, perjalanan mereka justru berakhir dramatis setelah kapal yang ditumpangi dilaporkan dihentikan oleh militer Israel di perairan internasional.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik karena kedua jurnalis tersebut diketahui bukan bagian dari misi politik maupun militer. Mereka bergabung sebagai relawan kemanusiaan sekaligus menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput langsung situasi bantuan menuju Gaza yang hingga kini masih berada di bawah blokade dan konflik berkepanjangan. Berikut ini fakta-fakta selengkapnya.
Dua Jurnalis Indonesia yang Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza
Dua jurnalis yang menjadi sorotan adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai. Keduanya merupakan jurnalis dari media nasional Republika yang ikut dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Mereka tergabung dalam misi internasional bernama Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, sebuah gerakan kemanusiaan yang bertujuan menyalurkan bantuan bagi warga Gaza di tengah konflik dan blokade berkepanjangan.
Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang ikut berlayar bersama relawan dari berbagai negara lainnya.
Misi Membawa Bantuan untuk Warga Palestina
Rombongan Global Sumud Flotilla disebut membawa berbagai bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Gaza. Bantuan itu terdiri dari obat-obatan, logistik, hingga dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak perang.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menegaskan bahwa para relawan tidak membawa unsur militer apa pun dalam perjalanan tersebut.
"Bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," tuturnya dalam keterangan pada Senin, 18 Mei 2026.
Ditangkap saat Berada di Perairan Internasional
Menurut informasi yang beredar, kapal bantuan yang membawa para relawan dihentikan oleh militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) ketika berada di perjalanan menuju Gaza.
Republika menyebut tindakan intersepsi tersebut terjadi di wilayah perairan internasional dan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," ujar Andi Muhyiddin.
Jalankan Tugas Jurnalistik Sekaligus Aksi Kemanusiaan
Andi Muhyiddin menjelaskan bahwa Bambang Noroyono dan Thoudy Badai tidak hanya ikut sebagai relawan, tetapi juga menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput langsung kondisi misi kemanusiaan tersebut.
“Terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," ujar dia.
Kehadiran jurnalis dalam misi itu bertujuan untuk memberikan informasi langsung kepada publik mengenai situasi kemanusiaan di Gaza dan perjalanan bantuan internasional tersebut.
Republika Sebut Ada Pelanggaran Hukum Internasional
Republika secara tegas menyatakan penolakan terhadap tindakan penahanan dan kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan.
"Ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," ujarnya.
Selain itu, pihak Republika juga menyatakan dukungan terhadap seluruh relawan internasional yang terlibat dalam pelayaran bantuan tersebut.
"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional."
Hingga kini, kondisi dua jurnalis Indonesia tersebut masih terus dipantau. Keselamatan seluruh relawan yang berada dalam misi Global Sumud Flotilla juga menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia maupun dunia internasional.