Korban Selamat Ungkap Ada Aroma Terbakar Sejak Awal Perjalanan Bus Bina Sehat ke Bromo

Muhammad Zainuri (39), salah satu korban kecelakaan bus pariwisata rombongan pegawai RS Bina Sehat Jember di Lereng Gunung Bromo, Probolinggo, masih tak kuasa menahan tangis saat mengingat detik-detik maut dalam peristiwa nahas pada Minggu (14/9/2025).
Bersama istri dan kedua anaknya, Zainuri selamat meski mengalami luka. Kini mereka menjalani perawatan di RS Bina Sehat Jember.
Tampak wajah Zainuri masih diperban di bagian pipi dan pelipis.
Sang istri, Evalia Sari, mengalami patah tulang di tiga bagian tubuh, sementara anak mereka, Zahir (13) dan Azka (11), juga menjalani perawatan di ruang terpisah.
Ingat Detik-Detik Mencekam
Zainuri mengaku masih ingat jelas bagaimana bus pariwisata yang mereka tumpangi kehilangan kendali di turunan tajam kawasan Sukapura, Probolinggo.
“Penumpang sangat histeris saat itu, walaupun sebagian ada yang tidur. Dalam hati saya bilang, saya tidak yakin masih hidup,” kata Zainuri sambil menangis, Senin (15/9/2025).
Ia menyebut, kondisi di dalam bus sangat mencekam ketika laju kendaraan semakin kencang akibat rem blong.
“Saya pikir wes pasti mati, soalnya cepat banget laju bus. Saya cedera di kepala kayak gini saya masih bersyukur, anak saya patah kaki, istri saya parah karena patah tulang di tiga tempat. Tapi saya bersyukur,” ujarnya.
Istri Terlempar, Evakuasi Anak Sendiri
Zainuri yang duduk di barisan ketiga belakang sopir sempat melihat kursi-kursi di bus terlempar ke depan dan menjepit penumpang lain.
“Kursi kedua menjepit anak saya. Saat itu saya mengevakuasi sendiri anak saya yang terjepit. Alhamdulillah selamat,” ungkapnya.
Menurutnya, istrinya sempat terlempar hingga ke kemudi bus. Sementara ia menahan guncangan dengan berpegangan pada kursi.
“Saat berhenti, saya langsung balik badan menengok anak saya. Kondisi saya syok, meski melihat tangan anak saya robek,” katanya.
Melihat banyak penumpang meninggal di belakang, Zainuri panik dan marah kepada sopir.
“Dan saya ngomel ke sopir, andai mau berhenti dan memberikan kampas kopling pasti tidak terjadi seperti ini,” ujarnya.
Kronologi Sebelum Kecelakaan
Puluhan orang melaksanakan shalat jenazah massal korban kecelakaan bus pariwisata di halaman parkir RS Bina Sehat Jember, Minggu (14/9/2025).
Zainuri menuturkan, rombongan berangkat dari Jember pada Sabtu (13/9/2025) pukul 22.30 WIB menuju Gunung Bromo. Mereka sempat menikmati wisata di Seruni Point, Pasir Berbisik, dan Bukit Teletubbies.Namun sejak awal perjalanan, bus sudah mengalami kendala saat menanjak. Bahkan penumpang mencium bau sangit mirip ban terbakar.
“Bau sangit cuma kami tidak ngomong ke sopir, hingga kami tiba di tempat penjemputan jeep,” katanya.
Dalam perjalanan pulang, bus kembali bermasalah. Sopir disebut hanya mengurangi kecepatan, tetapi tidak berhenti untuk memeriksa rem.
“Kalau melihat saat nabrak pagar pembatas, kecepatan bus mencapai 100 kilometer per jam karena los rem,” tutur Zainuri.
Polisi Periksa Saksi dan PO Bus
Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri bersama Polda Jatim dan Polres Probolinggo kini tengah menyelidiki kecelakaan bus tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan kepada sejumlah saksi, baik penumpang maupun pihak Perusahaan Otobus (PO). Kami juga libatkan saksi ahli,” ujar Dirgakum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal.
Polisi juga melakukan olah TKP lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan pihak yang bertanggung jawab.
Data Korban Kecelakaan Bus RS Bina Sehat
Owner RS Bina Sehat Jember, dr Faida, menyebut total korban berjumlah 53 orang, terdiri dari pegawai rumah sakit dan keluarga.
“Delapan orang meninggal dunia, tiga di antaranya karyawan RS Bina Sehat dan lima adalah keluarga karyawan. Sebanyak 24 korban mengalami luka ringan, sementara 21 lainnya dirawat inap,” kata dr Faida.
Salah satu korban meninggal adalah Arti Wibowati (34), tenaga kesehatan RS Bina Sehat sekaligus konten kreator di media sosial.
Arti dikenal aktif di TikTok dengan akun @artibintang yang memiliki lebih dari 67 ribu pengikut.
Selain Arti, korban meninggal lainnya adalah satu keluarga: Hendra Pratama (37), Wardatus Soleha (35), dan putri mereka Aiza Fahrani Agustin (7). Mereka tercatat sebagai warga Kecamatan Kaliwates, Jember.
Gubernur Khofifah Sampaikan Belasungkawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk para korban kecelakaan di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, Senin (15/9/2025).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini.“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga amal ibadah korban diterima Allah SWT, keluarga diberi ketabahan, dan korban luka segera pulih,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (15/9/2025).
Khofifah menegaskan pentingnya pengecekan rutin armada bus pariwisata sebelum beroperasi.
“Keselamatan penumpang harus jadi prioritas utama. Semua armada bus wisata wajib dalam kondisi laik jalan,” tegasnya.
Duka dari Jember hingga Madiun
Duka juga dirasakan warga Kabupaten Madiun atas meninggalnya Hesty Purba Wredhamaya (39), ahli gizi RS Bina Sehat Jember yang menjadi korban.
Jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri.
“Almarhumah orangnya ramah, pintar, dan sangat menonjol ketika mengaji. Kami benar-benar kehilangan,” kata Sugiyono, Ketua RT setempat.
Peristiwa kecelakaan bus pariwisata di Probolinggo ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan transportasi wisata. Dari 52 penumpang, delapan orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti bus pariwisata Ind’s 88 yang diduga mengalami rem blong di jalur rawan turunan Lereng Bromo.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul " dan Tribun Jatim dengan judul "Aktivitas Terakhir Hesty Purba Korban Kecelakaan Bus di Probolinggo, Sempat Pulang Kampung ke Madiun"
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.