PLN Kerahkan Hercules hingga Helikopter, Gubernur Aceh Pantau Pemulihan Listrik di Tengah Banjir Besar

Aceh, Provinsi Aceh, Aceh banjir, banjir di aceh, tower PLN Roboh, bencana Aceh, bencana alam Aceh, banjir di aceh 2025, Pemulihan listrik PLN, Tower PLN roboh di aceh, Listrik padam Aceh, evakuasi aceh, Evakuasi banjir Aceh, PLN Kerahkan Hercules hingga Helikopter, Gubernur Aceh Pantau Pemulihan Listrik di Tengah Banjir Besar, Pemadaman Meluas, 12 Tower Transmisi PLN Roboh, PLN Kerahkan Hercules, Helikopter, dan 150 Personel Teknis, “Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”, Dirut PLN: Rakyat Aceh Tidak Pernah Menyerah

Upaya pemulihan listrik di tengah bencana banjir besar yang melumpuhkan sebagian wilayah Aceh terus dikebut. PLN mengerahkan pesawat Hercules, helikopter, hingga ratusan personel teknis untuk memperbaiki jaringan yang rusak parah.

Langkah cepat ini langsung dipantau Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, yang menekankan bahwa tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan.

Pada Sabtu (29/11/2025) dini hari, Mualem menerima bantuan sembako dari PT PLN (Persero) untuk warga terdampak banjir.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor PLN UP2D Aceh, Merduati, Banda Aceh. Gubernur memastikan seluruh dukungan logistik dan teknis dari PLN segera difokuskan ke wilayah paling kritis dan terisolasi.

daerah yang terdampak banjir seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sudah kita antar bantuan semalam. Yang ini kita fokuskan ke Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur,” kata Mualem.

Pemadaman Meluas, 12 Tower Transmisi PLN Roboh

Usai menerima bantuan, Mualem langsung mengecek kesiapan PLN dalam memulihkan suplai listrik yang padam akibat banjir bandang dan longsor yang merusak jaringan transmisi di berbagai titik.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa kerusakan jaringan tergolong berat.

“Di Juli ada lima tower kami yang tumbang. Kemarin di Takengon juga bertambah, dan ada di Langsa. Total saat ini 12 tower tumbang,” ujar Eddi.

Kerusakan tower transmisi berdampak pada padamnya listrik hampir di seluruh jalur utama: Arun–Bireuen, Bireuen–Takengon, hingga lintasan ke wilayah timur Aceh.

Mobilisasi material menjadi tantangan terbesar karena banyak akses jalan terputus, jembatan hilang, dan beberapa kabupaten seperti Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Aceh Timur masih sulit dijangkau.

“Material sudah siap, tapi mobilisasi menjadi kendala karena jalan putus dan kapasitas genset terbatas. Karena itu kami fokus memperbaiki lima tower di Juli agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih,” jelasnya.

PLN Kerahkan Hercules, Helikopter, dan 150 Personel Teknis

Aceh, Provinsi Aceh, Aceh banjir, banjir di aceh, tower PLN Roboh, bencana Aceh, bencana alam Aceh, banjir di aceh 2025, Pemulihan listrik PLN, Tower PLN roboh di aceh, Listrik padam Aceh, evakuasi aceh, Evakuasi banjir Aceh, PLN Kerahkan Hercules hingga Helikopter, Gubernur Aceh Pantau Pemulihan Listrik di Tengah Banjir Besar, Pemadaman Meluas, 12 Tower Transmisi PLN Roboh, PLN Kerahkan Hercules, Helikopter, dan 150 Personel Teknis, “Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”, Dirut PLN: Rakyat Aceh Tidak Pernah Menyerah

Warga menyaksikan jembatan lintas jalur nasional putus akibat diterjang banjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025.

Untuk mempercepat perbaikan, PLN mengerahkan berbagai moda transportasi udara dan darat.

Dua pesawat Hercules TNI AU membawa tower emergency dari Jakarta dan langsung diturunkan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Empat helikopter tambahan dari Halim juga dijadwalkan tiba untuk mengangkut material ke daerah yang tak bisa ditembus jalur darat.

“Besok, insyaallah, bersama Pak Gubernur dan Direktur Utama, kami akan mencoba masuk ke Juli yang masih terisolasi,” ujar Eddi.

Selain itu, PLN mengirim 220 unit genset ke titik–titik kritis, memastikan suplai BBM, serta mengerahkan 150 teknisi yang dibantu penuh oleh TNI dan Polri.

“Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”

Pada hari yang sama, Gubernur Mualem memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Lanud SIM bersama PLN, TNI, Polri, Basarnas, dan seluruh unsur pemerintah. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota harus dilakukan cepat dan tanpa jeda.

“Pastikan seluruh personel memahami tugas masing-masing. Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana,” tegas Mualem.

Ia menyebut kondisi di sejumlah daerah sangat kritis, dengan banyak gampong yang masih terendam dan belum bisa diakses.

“Aceh seakan mengalami tsunami kedua. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar seluruh tim tetap waspada mengingat masih banyak titik rawan longsor dan banjir susulan.

Dirut PLN: Rakyat Aceh Tidak Pernah Menyerah

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang hadir langsung memimpin apel, menyampaikan empati mendalam kepada korban banjir dan memastikan PLN mengerahkan seluruh kemampuan nasional.

“Empat hari lalu kami turun langsung melakukan observasi. Tower-tower roboh, jaringan padam total. Tapi kami melihat satu hal, yaitu rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Itu membuat kami semakin yakin bahwa pemulihan ini harus dilakukan secara total,” ujarnya.

Darmawan menegaskan bahwa pemulihan dilakukan secara kolaboratif. TNI dan Polri mendukung penuh pembukaan akses jalan, pengamanan jalur distribusi, hingga pengangkutan logistik ke medan-medan sulit.

“Demi Aceh, kami bekerja kompak. Polisi dan TNI mengawal pergerakan kami. TNI AD membantu logistik, TNI AU membantu mobilisasi udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” kata Darmawan.

Mualem juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah belum dapat diakses karena jaringan komunikasi padam dan jalan nasional terputus.

“Kami akan gunakan kapal untuk mengantar logistik. Data kita belum lengkap karena komunikasi terputus, sementara informasi melalui radio menyebutkan banyak korban termasuk desa-desa di Aceh Utara yang hilang dan belum diketahui statusnya,” ucapnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang