Thailand Banjir Besar, Pemerintah Buka Pusat Krisis dan Layanan Turis

Pemerintah Thailand membuka pusat krisis dan layanan khusus untuk membantu wisatawan terdampak sekaligus memantau dampaknya terhadap sektor pariwisata imbas banjir besar yang melanda wilayah selatan Thailand.
Sejumlah provinsi seperti Songkhla, Pattani, Yala, dan Nakhon Si Thammarat menjadi area yang paling terdampak.
Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Thapanee Kiatphaibool, mengungkapkan bahwa banjir di wilayah selatan telah berdampak langsung pada pariwisata, terutama pasar pariwisata domestik di Songkhla, yang merupakan pusat ekonomi dan pariwisata.
Kota Hat Yai di Songkhla dilaporkan mengalami gangguan signifikan pada akses jalan, transportasi, hingga operasional hotel.
Banyak wisatawan terpaksa menunda perjalanan atau tetap berada di lokasi karena situasi belum memungkinkan.
Kondisi ini membuat TAT menurunkan proyeksi kunjungan wisatawan domestik pada November 2025 di wilayah Songkhla sebesar 6,9 persen, dengan penurunan pendapatan pariwisata diperkirakan mencapai 8,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Pusat Krisis dan Layanan Bantuan
Untuk merespons situasi tersebut, TAT mendirikan Tourism Crisis Monitoring Centre (TCMC) sebagai pusat koordinasi nasional penanganan wisatawan.
Pusat ini berfungsi untuk:
1. Menyediakan informasi terkini terkait destinasi dan transportasi.
2. Membantu evakuasi wisatawan domestik maupun internasional.
3. Berkoordinasi dengan konsulat, operator perjalanan, maskapai, dan hotel.
TAT juga membuka jalur layanan darurat bagi wisatawan melalui Travel Buddy Hotline 1672 dan nomor polisi wisata 1155.
Dampak Bagi Wisatawan dan Industri Pariwisata
Deputi Gubernur Bidang Perencanaan dan Kebijakan, Chuwit Sirawechkul berguna sebagai pusat informasi, berkoordinasi lintas pasar, dan menawarkan dukungan penuh kepada wisatawan terdampak.
“Banyak wisatawan, baik Thailand maupun mancanegara, masih terlantar di hotel-hotel di wilayah terdampak banjir. TAT telah membuka Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata untuk bertindak sebagai penghubung dan memberikan bantuan," kata Chuwit dilansir dari The Star.
“Pusat ini juga akan memantau perkembangan terbaru dari wilayah terdampak, memberikan informasi kepada publik, wisatawan, agen perjalanan, dan pemangku kepentingan untuk mencegah kebingungan dan meminimalkan dampak. Kami juga akan menyusun strategi untuk memulihkan kepercayaan dalam perjalanan dan merevitalisasi pariwisata setelah situasi stabil," tambahnya.
Meskipun sebagian besar destinasi wisata di Thailand masih dapat dikunjungi, pemerintah menyatakan bahwa sejumlah lokasi di wilayah selatan akan membatasi atau menutup sementara akses wisata hingga kondisi dinilai aman.
Maskapai dan agen perjalanan telah menawarkan opsi perubahan jadwal atau pembatalan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah terdampak.
Bagi wisatawan yang merencanakan kunjungan ke wilayah selatan terutama Hat Yai dan provinsi sekitarnya disarankan untuk memantau update resmi, memilih destinasi alternatif, atau mempertimbangkan waktu perjalanan ulang agar tetap aman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang