Top 16+ Desa di Pringsewu Lampung Terendam Banjir, BPBD Pastikan Tak Ada Sungai Besar Meluap

Hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada Kamis (12/2/2026) mengakibatkan 16 pekon atau desa terendam banjir.
Belasan desa yang terendam banjir ini tersebar di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu Nang Abidin Hasan mengungkap, berdasarkan data sementara, wilayah terdampak berada di Kecamatan Pringsewu, Gadingrejo, Ambarawa, dan Pardasuka.
“Untuk Kecamatan Pringsewu, yang terdampak yakni Pekon Waluyojati, Fajaragung, Pringsewu Timur, Pringsewu Utara, Pringsewu Barat dan Podomoro,” ujar Nang Abidin kepada Tribun, Jumat (13/2/2026).
Sementara di Kecamatan Gadingrejo, banjir merendam Pekon Gadingrejo Timur, Wates Timur dan Wates Selatan, Panjerejo, Tambahrejo serta Blitar.
Di Kecamatan Ambarawa, banjir merendam Pekon Ambarawa Timur dan Margodadi.
Lalu di Kecamatan Pardasuka, banjir merendam Pekon Margomulyo dan Pardasuka Timur.
Data ini masih bersifat sementara, karena BPBD bersama aparat pekon masih melakukan pendataan di lapangan.
“Ini masih dalam proses pendataan. Petugas masih turun untuk memastikan jumlah rumah dan warga terdampak,” jelasnya.
Tak ada sungai besar meluap
Nang Abidin menegaskan, tidak ada sungai besar di wilayah Pringsewu yang meluap akibat hujan deras Kamis kemarin.
Banjir terjadi akibat meluapnya aliran irigasi lingkungan yang tidak mampu menampung debit air hujan.
“Untuk sungai besar tidak ada yang meluap. Yang terjadi adalah luapan aliran irigasi lingkungan dari sungai, seperti aliran dari Way Wisma dan beberapa aliran sungai lainnya,” terangnya.
BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pekon guna mempercepat penanganan serta mengantisipasi potensi banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, Jalan Lintas Barat Sumatera yang menjadi jalur utama mobilitas warga juga terdampak banjir. Di antaranya adalah jalan di depan Kampus UAP, SPBU Tambahrejo, RS Mutiara Hati, hingga Jalan Raya Wates.
Kapolsek Gadingrejo Iptu Sugianto mengatakan, berdasarkan pendataan sementara pada Kamis (12/2/2025) malam, sedikitnya 50 rumah warga terdampak banjir di dua pekon, yakni RW 01 dan RW 02 Pekon Wates Induk serta Dusun Sudodadi Pekon Wates Timur.
“Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga selutut orang dewasa, tergantung kondisi wilayah,” kata Sugianto.
Personel kepolisian bersama Babinsa turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas di titik genangan serta membantu membersihkan saluran air yang tersumbat.
Arus kendaraan sempat tersendat pada Kamis malam. Pengendara roda dua memperlambat laju kendaraan untuk menghindari mogok, sementara kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak masuk ke genangan yang lebih dalam.
“Kami sudah menerjunkan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan keselamatan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah kondisi drainase.
Petugas memastikan pemantauan terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang