Gubernur Aceh Terima Bantuan Obat dan Makanan dari Malaysia untuk Korban Banjir
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima bantuan tambahan berupa 3 ton barang dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Bantuan tersebut diterima dari relawan yang merupakan kenalannya di Kuala Lumpur dan kini berada di Aceh.
"Alhamdulillah, sudah sampai bantuan dari Kuala Lumpur, yaitu 3 ton untuk kita bagi-bagikan ke beberapa kabupaten/kota," ujar Mualem.
Rinciannya: 2 Ton Obat dan 1 Ton Makanan untuk Anak-Anak
Mualem menjelaskan bahwa dari 3 ton bantuan tersebut, sebanyak 2 ton berupa obat-obatan dan 1 ton lainnya berupa makanan untuk anak-anak.
"Juga ada 8 dokter dan perawat yang turut serta dalam misi kemanusiaan ini," tambahnya.
Obat dan Tenaga Kesehatan Sangat Dibutuhkan
Menurut Mualem, saat ini, obat-obatan dan tenaga medis sangat dibutuhkan untuk menangani dampak dari bencana banjir yang melanda Aceh.
Sebelumnya, ia juga telah meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo.
"Kita tahu, empat kabupaten/kota yang sangat membutuhkan obat-obatan adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, sebagian Langsa, dan sebagian Bireuen," ungkapnya.
Penyakit Akibat Banjir Menyebar di Kalangan Korban
Mualem juga menyebutkan bahwa banyak masyarakat yang mulai jatuh sakit akibat dampak banjir.
"Penyakit kulit, batuk, gatal-gatal, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang diakibatkan banjir mulai muncul," jelasnya.
Tim dari China Bantu Deteksi Mayat Korban Banjir di Aceh
Sebelumnya, Gubernur Aceh juga melaporkan bahwa ia telah mendatangkan tim dari China untuk membantu pencarian mayat korban banjir yang tertimbun lumpur.
Tim yang berjumlah lima orang ini membawa perangkat khusus untuk mendeteksi keberadaan mayat yang tertimbun dalam lumpur.
"Mereka memiliki alat untuk mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu," ujar Mualem dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Wilayah Terdampak: Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang
Mualem menambahkan bahwa wilayah yang paling terdampak, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, masih memiliki banyak korban yang belum ditemukan.
"Lumpur di wilayah tersebut mencapai pinggang, sehingga perangkat deteksi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pencarian," ujarnya.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Gubernur Aceh Datangkan Tim dari China untuk Melacak Mayat Korban Banjir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang