Alasan Token Listrik Tak Bisa Dibeli Tengah Malam dan Solusi dari PLN
Pelanggan listrik prabayar kerap mengalami kendala saat token listrik tiba-tiba habis pada tengah malam.
Tidak seperti pelanggan pascabayar yang menggunakan sistem abonemen dan membayar tagihan setelah pemakaian satu bulan, pelanggan prabayar harus membeli token listrik yang kemudian dimasukkan ke meteran.
Token yang dibeli akan menentukan jumlah daya listrik yang dapat digunakan di rumah.
Jika daya listrik sesuai token yang dibeli telah habis digunakan, aliran listrik akan terputus secara otomatis.
Masalah terjadi ketika pelanggan tidak memerhatikan sisa daya listrik (kWh) yang tertera di meteran.
Situasi bisa semakin menyulitkan karena token listrik PLN tidak bisa dibeli pada tengah malam.
Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya? PT PLN menjelaskan alasan aturan tersebut sekaligus memberikan solusi agar pelanggan tidak kehabisan listrik.
Mengapa Token Listrik PLN Tidak Bisa Dibeli Saat tengah Malam?
Dilansir dari Kompas.com (13/1/2026), Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto, membenarkan bahwa token listrik tidak bisa dibeli pada tengah malam.
Menurut penjelasannya, kendala tersebut berkaitan dengan proses pada sistem internal yang menyebabkan pembelian token akan offline sementara.
“Terkait kendala pelanggan yang tidak dapat membeli token listrik pada tengah malam, hal tersebut terjadi karena setiap pukul 23.45 hingga 00.30 sistem pembelian token akan offline sementara untuk proses rekonsiliasi data transaksi harian,” kata dia dikutip dari Kompas.com, (7/10/2025).
Setelah proses rekonsiliasi selesai, sistem pembelian token listrik akan kembali normal dan pelanggan dapat melakukan transaksi seperti biasa.
Solusi dari PLN untuk Pengguna Listrik Prabayar
PLN mengimbau pelanggan prabayar untuk membeli token listrik sebelum sisa saldo kWh di meteran habis.
Langkah ini penting untuk menghindari listrik padam, terutama pada jam-jam ketika sistem pembelian token sedang tidak tersedia.
“Pelanggan juga dapat mengaktifkan fitur alarm pada meter prabayar sebagai pengingat agar tidak kehabisan energi listrik,” tutur Greg.
Selain itu, pelanggan dapat secara rutin mengecek sisa kWh yang masih tersedia.
Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, pelanggan bisa menghubungi Contact Center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile.
Cara Aktifkan Alarm dan Cek Sisa kWh
Pelanggan listrik prabayar dapat mengaktifkan alarm dan mengecek sisa kWh dengan memasukkan kode tertentu langsung melalui meteran listrik.
Di Indonesia, terdapat berbagai jenis meteran token yang digunakan, seperti Melcoinda, Sanxing, Cannet, Smart, Itron, Hexing, Conlog, Glomet, dan Star.
Dilansir dari Kompas.com (12/5/2025), masing-masing jenis meteran memiliki kode khusus untuk mengecek sisa daya listrik dan mengaktifkan alarm peringatan agar pelanggan tidak kehabisan listrik secara mendadak. Berikut kode-kode meteran listrik token:
Kode di meteran Melcoinda, Sanxing, Cannet, dan Smart
- 00: menampilkan LCD meteran
- 01: melakukan tes relay
- 02: melakukan tes alarm
- 03: menampilkan total pemakaian kredit
- 04: menampilkan Key Revision Number (KRN)
- 05: menampilkan tarif index
- 07: menampilkan batas daya
- 09: menampilkan daya sesaat
- 10: menampilkan versi program
- 37: menampilkan sisa kredit
- 38: menampilkan total pengisian kredit
- 41: menampilkan tegangan sesaat
- 44: menampilkan arus sesaat
- 53: menampilkan total pengisian token kredit
- 54: menampilkan token kredit terakhir
- 55: menampilkan token kredit terakhir ke-2
- 56: menampilkan token kredit terakhir ke-3
- 57: menampilkan token kredit terakhir ke-4
- 58: menampilkan token kredit terakhir ke-5
- 83: menampilkan konsumsi energi bulan lalu
- 84: menampilkan konsumsi energi bulan lalu ke-2
- 85: menampilkan konsumsi energi bulan lalu ke-3.
Kode di meteran Itron
- 00: melakukan restart meter
- 03: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 07: menampilkan batas kWh
- 09: menampilkan daya yang sedang digunakan
- 41: menampilkan tegangan listrik
- 44: menampilkan jumlah ampere yang sedang dipakai
- 47: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 54: menampilkan kode token terakhir
- 59: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 69: menampilkan jumlah berapa kali listrik mati
- 75: menampilkan ID pelanggan PLN prabayar
- 79: menampilkan batas minimal alarm
- 456xx: mengubah batas minimal alarm (contoh: 45605 untuk 5 kWh)
- 78: menampilkan delay alarm dalam menit
- 123xx: mengubah delay alarm (contoh: 12310 untuk 10 menit)
- 90: mematikan lampu LED.
Kode di meteran Hexing
- 800: melakukan restart meter
- 801: menampilkan sisa kWh
- 804: menampilkan ID meter PLN prabayar
- 807: menampilkan tegangan listrik
- 808: menampilkan jumlah ampere yang sedang dipakai
- 809: menampilkan jumlah berapa kali listrik mati
- 812: mematikan alarm batas kWh
- 814: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 815: menampilkan tanggal pengisian terakhir
- 817: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 851: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 852: menampilkan kode token terakhir.
Kode di meteran Conlog
- #1#: menampilkan daya rata-rata yang digunakan
- #2#: menampilkan jumlah kWh pemakaian terakhir
- #6#: menampilkan jumlah kWh yang dimasukkan terakhir
- #11#: menampilkan kode token terakhir.
Kode di meteran Glomet
- 37: menampilkan sisa kWh
- 38: menampilkan total kWh listrik yang telah digunakan
- 41: menampilkan tegangan listrik
- 47: menampilkan daya yang sedang dipakai
- 54: menampilkan kode token terakhir
- 59: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir
- 75: menampilkan ID meter PLN prabayar
- 79: menampilkan batas minimal alarm.
Kode di meteran Star
- 07: menampilkan sisa kWh
- 12: menampilkan batas minimal alarm
- 37: menampilkan delay alarm dalam menit
- 65: menampilkan ID meter listrik prabayar
- 76: menampilkan jumlah kWh pengisian terakhir.