Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 242 Rumah Rusak dan 1.455 Warga Terdampak
Angin puting beliung menerjang dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (11/3/2026) sore.
Bencana cuaca ekstrem tersebut menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan serta sejumlah fasilitas umum terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 242 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Kerusakan yang terjadi memiliki tingkat yang bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga sedang pada bagian atap rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko mengatakan bencana itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah permukiman warga.
“Dari hasil pendataan sementara hingga pukul 22.35 WIB, tercatat sebanyak 242 unit rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi,” kata Eko saat dikonfirmasi di Cirebon, Rabu dikutip dari Antara.
Apa yang memicu terjadinya puting beliung?
Eko menjelaskan, sebelum angin puting beliung terjadi, wilayah Kecamatan Gunung Jati dan Suranenggala lebih dahulu diliputi awan hitam pekat yang menandakan kondisi cuaca tidak stabil.
Kondisi tersebut kemudian diikuti kemunculan pusaran angin yang bergerak dari arah selatan menuju utara. Pusaran tersebut semakin kuat dan berkembang menjadi angin puting beliung yang menerjang kawasan permukiman warga.
“Bencana tersebut berdampak pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon,” katanya.
Bagaimana dampak kerusakan yang terjadi?
Terjangan angin kencang menyebabkan banyak genteng rumah terlepas dan beterbangan. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian atap sejumlah rumah warga di wilayah terdampak.
Selain merusak rumah, angin puting beliung juga menyebabkan sekitar 20 pohon tumbang di beberapa titik. Pohon-pohon yang tumbang sempat mengganggu akses jalan serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Secara keseluruhan, peristiwa ini berdampak pada ratusan keluarga yang tinggal di dua kecamatan tersebut.
Data sementara BPBD Kabupaten Cirebon mencatat:
- 242 unit rumah mengalami kerusakan
- 498 kepala keluarga (KK) terdampak
- 1.455 jiwa merasakan dampak bencana
- Sekitar 20 pohon tumbang di sejumlah titik.
Apakah fasilitas umum juga terdampak?
Selain permukiman warga, beberapa fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
“Fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya SD Muara Wetan 1, SD Mertasinga, TK Mertasinga, serta beberapa mushola seperti Al-Hidayah, Nurul Huda, dan Mushola Mertasinga,” katanya.
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup luas, BPBD Kabupaten Cirebon memastikan tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Cirebon saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen di lokasi terdampak. Proses ini dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan bagi warga.
“Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon masih melakukan pendataan serta asesmen, untuk penanganan lanjutan di lokasi terdampak,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang