Gunung Tambora Status Siaga, Ini Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Gunung Tambora, Gunung Tambora Status Siaga, Ini Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status aktivitas Gunung Tambora dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

Status waspada gunung api di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu naik sejak Selasa pukul 10.00 Wita.

Kepala Balai Pemantauan Gunung api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara, Zakarias Dedu Ghele Raja menyebut peningkatan status Gunung Tambora berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik.

"Terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah kejadian kegempaan yang berasosiasi dengan pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh Gunung Tambora," kata Zakarias, dilansir Antara, Rabu (11/3/2026).

Warga sekitar Gunung Tambora diimbau jaga jarak aman

Menyusul kenaikan status Gunung Tambora, warga di sekitar gunung serta pengunjung diimbau tidak memasuki atau melakukan aktivitas di area dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Masyarakat tidak diperbolehkan turun ke dasar kaldera, mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou, serta mendekati lubang-lubang tembusan gas di dasar kaldera.

Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan lereng.

Pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar Gunung Tambora diharapkan terus memantau informasi mengenai aktivitas gunung api.

Bisa didapatkan dari Pos Pengamatan Gunung Api Tambora di Desa Doro Peti, Pekat, Dompu, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Ada peningkatan kejadian gempa vulkanik

Gunung Tambora, Gunung Tambora Status Siaga, Ini Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Status Gunung Tambora naik level waspada - Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/4/2023).

Data pemantauan kegempaan menunjukkan Gunung tambora mengalami peningkatan angka kejadian gempa vulkanik menjadi 453 pada Februari 2026 dari 267 kejadian pada Januari 2026.

Peningkatan kejadian gempa vulkanik tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah Gunung Tambora.

Selain itu, aktivitas seismik gunung api itu selama periode 1-9 Maret 2026 masih cukup intensif.

Selama kurun waktu tersebut Gunung Tambora tercatat mengalami sembilan kejadian gempa guguran, 88 gempa vulkanik dalam, 40 gempa tektonik lokal, dan 24 gempa tektonik jauh.

"Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan proses dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung dan berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode selanjutnya," kata Zakarias.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang