Hidup di Daerah Langganan Bencana, Warga Kerap Dihantui Rasa Cemas

daerah rawan bencana, kelelahan emosional, kondisi psikologis, Hidup di Daerah Langganan Bencana, Warga Kerap Dihantui Rasa Cemas, Hidup dalam kewaspadaan berlebih, Kelelahan emosional bisa muncul, Perasaan tidak berdaya juga bisa muncul, Bencana bisa dianggap sebagai hal biasa, Memahami reaksi mental adalah langkah awal

Sebagian orang yang tinggal di daerah rawan bencana sering merasa cemas saat hujan turun. Perasaan waswas ini muncul karena pengalaman menghadapi bencana sebelumnya.

Psikolog menjelaskan reaksi tersebut merupakan respons mental yang wajar ketika seseorang hidup di lingkungan yang sering mengalami bencana.

Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan orang yang tinggal di daerah rawan bencana kerap mengalami kondisi kewaspadaan berlebih.

Hal itu ia sampaikan saat dihubungi Minggu (8/3/2026). Menurut dia, situasi ini membuat seseorang terus berada dalam kondisi siaga terhadap kemungkinan bahaya.

Hidup dalam kewaspadaan berlebih

Danti menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai hypervigilance atau kewaspadaan berlebih. Dalam keadaan ini, seseorang merasa harus selalu siap menghadapi ancaman.

Perasaan ini bisa muncul ketika seseorang mendengar hujan deras, suara gemuruh, atau melihat tanda-tanda alam yang mengingatkan pada bencana sebelumnya.

Kondisi ini dapat membuat pikiran terus berada dalam keadaan siaga. Akibatnya, energi mental bisa terkuras karena seseorang merasa harus selalu siap untuk menyelamatkan diri.

Kelelahan emosional bisa muncul

daerah rawan bencana, kelelahan emosional, kondisi psikologis, Hidup di Daerah Langganan Bencana, Warga Kerap Dihantui Rasa Cemas, Hidup dalam kewaspadaan berlebih, Kelelahan emosional bisa muncul, Perasaan tidak berdaya juga bisa muncul, Bencana bisa dianggap sebagai hal biasa, Memahami reaksi mental adalah langkah awal

Ilustrasi bencana banjir. Psikolog menjelaskan rasa waswas saat hujan di daerah rawan bencana merupakan reaksi alami otak yang pernah mengalami pengalaman traumatis.

Menurut Danti, kewaspadaan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu kelelahan emosional. Pikiran yang terus berada dalam kondisi siaga membuat seseorang sulit merasa tenang.

Perasaan ini muncul karena otak terus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bahaya. Situasi tersebut dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental meskipun tidak ada bencana yang benar-benar terjadi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Perasaan tidak berdaya juga bisa muncul

Selain rasa cemas, ada juga kondisi psikologis yang disebut learned helplessness atau perasaan tidak berdaya yang dipelajari.

Perasaan ini muncul ketika seseorang merasa apa pun yang dilakukan tidak akan mampu mencegah datangnya bencana.

“Kondisi ini membuat seseorang merasa bahwa bencana akan tetap datang dan merusak segalanya, apa pun yang dilakukan,” jelas Danti.

Perasaan tersebut dapat membuat seseorang merasa pasrah terhadap situasi yang dihadapi.

Bencana bisa dianggap sebagai hal biasa

Danti menambahkan bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi dengan situasi yang sulit.

Dalam beberapa kasus, masyarakat yang sering mengalami bencana mulai menganggapnya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini dapat membantu seseorang bertahan secara mental. Namun di sisi lain, hal tersebut juga bisa membuat orang menjadi kurang peka terhadap risiko keselamatan.

Fenomena ini dikenal sebagai normalisasi krisis, yaitu ketika situasi berbahaya mulai dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Memahami reaksi mental adalah langkah awal

Danti menekankan bahwa perasaan cemas yang muncul dalam kondisi seperti ini merupakan reaksi yang wajar.

Memahami bahwa respons tersebut adalah bagian dari mekanisme pertahanan diri dapat membantu seseorang mengelola rasa takut.

“Menghadapi alam yang tak menentu memang berat, namun memahami bahwa ada respons mental yang menyertainya adalah hal yang wajar dan merupakan langkah awal untuk menjadi lebih tangguh,” ujar Danti.

Kesadaran terhadap kondisi mental dapat membantu seseorang mencari cara yang lebih sehat untuk menghadapi rasa cemas ketika cuaca tidak menentu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang