Sinkhole Kulonprogo Tembus Sedalam 50 Meter, BPDB: hingga Kini Tanah Masih Terus Turun

Kulon Progo, Sinkhole Kulonprogo Tembus Sedalam 50 Meter, BPDB: hingga Kini Tanah Masih Terus Turun

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo melakukan asesmen terhadap kemunculan kembali sinkhole di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. 

Peristiwa amblesnya tanah pada Rabu (25/2/2026) ini merupakan kejadian kedua setelah kasus serupa terjadi pada 2023.

BPBD menyebut penanganan sinkhole di wilayah tersebut tidak dapat dilakukan secara sederhana. Hasil asesmen akan menjadi dasar penentuan langkah teknis lanjutan.

Sudah dipantau sejak 2023

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan melakukan peninjauan lokasi.

"Kami sudah menerima info terkait kejadian sinkhole di Kalibawang," kata Eko saat dikonfirmasi, dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (26/2/2026).

Menurut Eko, titik amblesan di Popohan sebenarnya sudah dalam pemantauan sejak kejadian pertama pada 2023. 

Pada saat itu, area tersebut sempat ditutup menggunakan tanah uruk.

Ia menambahkan, lokasi tersebut telah diteliti oleh ahli geologi dan hasil kajiannya sudah terbit. 

Meskipun demikian, ia tidak membeberkan secara rinci isi kajian tersebut.

"Pastinya rekomendasi mitigasi," kata Eko.

Hasil Kajian: Kedalaman lebih dari 50 meter

Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi, membenarkan bahwa sebelumnya telah dilakukan kajian oleh akademisi dari Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada terkait sinkhole tersebut.

Mengacu pada laporan hasil kajian yang diketahuinya, kedalaman sinkhole diperkirakan lebih dari 50 meter. 

Jalur amblesan disebut memanjang di bawah tanah dan tidak terlihat langsung dari permukaan.

Adapun pada kejadian terbaru, diameter lubang yang tampak di permukaan sekitar 3 meter dengan kedalaman terlihat 4-5 meter.

"Sampai sekarang tanahnya masih turun terus. Diperkirakan kedalamannya bisa lebih dari 50 meter," terang Bayu, dikutip dari , Kamis.

Ia memperkirakan kejadian kedua ini dapat dipicu oleh kondisi tanah bergerak yang labil, ditambah curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Penanganan dinilai kompleks

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa, mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen untuk menentukan langkah yang paling tepat.

"Kami masih mencari formula penanganan yang tepat karena penanganan pada kasus sinkhole ini cukup kompleks," papar Budi. 

Menurutnya, kemunculan kembali amblesan di titik yang sama menunjukkan bahwa persoalan sinkhole tidak cukup ditangani dengan menutup permukaan saja.

Budi tidak menutup kemungkinan diperlukan langkah yang lebih besar dari sekadar penanganan darurat. 

Bahkan, koordinasi dengan BPBD Provinsi DIY dimungkinkan apabila dibutuhkan dukungan teknis tambahan.

Untuk sementara, BPBD memprioritaskan asesmen risiko serta pengamanan lokasi guna memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul BPBD Kulon Progo Pantau Sinkhole Popohan Kalibawang Sejak 2023, Siapkan Penanganan Kejadian Baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang