Wajibkah Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat? Begini Penjelasan Buya Yahya

KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya
KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya

 Hari Jumat sejak lama dikenal sebagai hari istimewa bagi umat Islam. Banyak amalan dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya membaca Surat Al-Kahfi.

Beberapa riwayat hadis menyebutkan bahwa membaca surat ini pada hari Jumat dapat mendatangkan pahala yang besar, bahkan dianalogikan seluas samudera. Scroll lebih lanjut yuk!

Namun, sebagian riwayat dianggap shahih, sementara lainnya dinilai dhaif sehingga memunculkan perdebatan. Untuk meluruskan hal tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan yang komprehensif melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat merupakan amalan yang dianjurkan. Banyak ulama dan riwayat hadis mengaitkan amalan ini dengan besarnya keutamaan yang diperoleh, sehingga umat Islam didorong untuk membacanya secara rutin setiap Jumat. Menurutnya, tradisi ini bukan tanpa dasar, sebab sejumlah riwayat memberikan penjelasan yang cukup kuat.

Buya Yahya mengutip kalimat dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA yang menyebutkan salah satu keutamaan tersebut.

"Sesungguhnya Rasulullah SAW, beliau bersabda: Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi di hari Jumat, maka akan menyala cahaya antara Jumat tadi dengan Jumat," ujar Buya Yahya, dikutip Jumat 14 November 2025. 

Hadis tersebut, sebagaimana dikutip dari Almanhaj, dishahihkan oleh Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albany. Dalam riwayat itu disebutkan: "Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at." (HR. Al-Hakim dalam Mustadrok).

Buya Yahya menjelaskan bahwa makna cahaya atau nur yang disebut dalam hadis bukan sekadar cahaya fisik, tetapi dapat berupa penjagaan iman, ketenangan, hingga hidayah. 

"Nur ini adalah Nabi menyebutkan bisa Nur Hakiki hanya kita tidak melihat, Nur itu bisa penjagaan iman, hidayah karena cahaya juga," jelas Pengasuh LPD Al-Bahjah tersebut.

Meski demikian, Buya Yahya juga menyinggung adanya sejumlah riwayat lain mengenai keutamaan Surat Al-Kahfi yang dianggap dhaif. Ia menyayangkan sebagian pihak yang menjadikan riwayat lemah itu sebagai alasan untuk melarang umat membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat. 

"Ada sebagian orang menemukan memang hadis tentang Surat Kahfi adalah dhaif, rupanya diambil hadis dha'if itu lalu melarang orang membaca Surat Kahfi di hari Jumat, ini keblinger," tegasnya.

Ia kemudian mencontohkan riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang keutamaan menghafal 10 ayat awal Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. 

"Misalnya Imam Muslim meriwayatkan satu hadis bahwasanya 'barang siapa menghafal 10 ayat awal dari Surat Al-Kahfi terjaga dari Dajjal, enggak akan kena fitnah, kalau kafir akan terjerumus," paparnya. 

Ada pula riwayat lain dari Imam Bukhari dan Muslim mengenai keutamaan membaca seluruh surat tersebut, meski beberapa ulama seperti Imam Ibnu Hajar menyebut sebagian riwayat terkait sebagai dhaif.

Terkait hadis riwayat Imam Hakim yang dishahihkan namun dispekulasikan sebagian kalangan sebagai dhaif, Buya Yahya menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak semestinya membuat umat meninggalkan amalan yang dianjurkan banyak ulama. 

Menurutnya, selama terdapat riwayat yang dapat dijadikan sandaran, membaca Surat Al-Kahfi tetap merupakan amalan baik. Ia menambahkan bahwa keutamaan itu dapat berupa ketenangan batin sebagaimana dialami seseorang yang mengamalkan surat tersebut.

Di akhir penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa umat Islam boleh dan dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi setiap hari Jumat tanpa perlu terpengaruh oleh simpang-siur informasi mengenai status hadis. 

"Jadi, kalau ingin baca Al-Kahfi, bacalah, nanti tentang riwayat yang bermacam-macam banyak riwayat palsu tentang riwayat lemah tentang Surat Al-Kahfi lemah, tapi secara umum riwayatnya ada," tandasnya.

Dengan demikian, membaca Surat Al-Kahfi di hari Jumat tetap menjadi amalan yang bernilai tinggi dan layak dirutinkan, selama niatnya lurus dan dilandasi semangat memperbanyak ibadah di hari yang penuh berkah ini.