AS Pangkas Jadwal Penerbangan hingga 10 Persen di 40 Bandara Dampak Shutdown
Menteri Perhubungan Amerika Serikat (AS), Sean Duffy mengumumkan pada hari Rabu, 5 November 2025, bahwa frekuensi penerbangan di 40 bandara AS akan dipangkas sebesar 10 persen mulai Jumat, 7 November 2025.
Pengurangan frekuensi penerbangan sebesar 10 persen dalam beberapa hari mendatang untuk mengatasi kekurangan pengatur lalu lintas udara, yang bekerja tanpa bayaran di tengah penutupan pemerintah (shutdown) yang telah berlangsung selama 36 hari.
"Akan ada pengurangan kapasitas sebesar 10 persen di 40 lokasi kami," kata Menteri Perhubungan AS Sean Duffy dalam konferensi pers (konpers) di Louisville, Kentucky dilansir CBS News, Kamis.
"Langkah ini tidak didasarkan pada jumlah penerbangan dari tiap lokasi, tetapi pada titik tekanan dan cara kami menguranginya," kata dia.
Pengurangan lalu lintas penerbangan diperkirakan akan dilakukan secara bertahap mulai Jumat, dengan maskapai mencapai target penuh 10 persen pada minggu depan, menurut dua sumber yang mengetahui percakapan antara FAA, Departemen Perhubungan, dan maskapai penerbangan.
Pada konpers yang sama, Kepala Badan Penerbangan Federal (FAA) Bryan Bedford mengatakan pihaknya memutuskan pengurangan penerbangan terjadwal sebesar 10 persen untuk mengurangi beban kerja pengatur lalu lintas udara.
Dia mengatakan jika situasi kekurangan staf operasional terus terjadi di bandara tertentu hingga mencapai level yang berbahaya, maka tindakan lebih lanjut akan diterapkan kebijakan pengurangan akan diterapkan di bandara tersebut.
Pada Selasa, Duffy memperingatkan bahwa shutdown telah meningkatkan risiko perjalanan udara. Pembatalan penerbangan, dan bahkan kemungkinan penutupan wilayah udara, bisa terjadi jika pengatur lalu lintas udara tidak menerima gaji lagi pada pekan depan.
Data dari situs web pelacakan penerbangan FlightAware menunjukkan bahwa ribuan penerbangan di seluruh AS mengalami penundaan setiap hari.
Sebuah sumber memberikan daftar usulan kepada CBS News yang mencakup sejumlah bandara penumpang yang sibuk di kota-kota besar dan pusat-pusat maskapai, serta bandara-bandara dengan lalu lintas kargo yang padat termasuk Louisville, Memphis, Anchorage, dan Ontario, California, serta sebuah bandara di Teterboro, New York, yang sering dikunjungi oleh jet pribadi dan lalu lintas penerbangan umum lainnya.
Daftar ini belum final, dan masih dapat berubah karena FAA belum mengeluarkan perintah final yang secara resmi mewajibkan maskapai untuk mengurangi kapasitas mereka.
Berikut daftarnya, diurutkan berdasarkan abjad berdasarkan kode bandara:
Anchorage International (ANC)
Hartsfield-Jackson Atlanta International (ATL)
Boston Logan International (BOS)
Baltimore/Washington International (BWI)
Charlotte Douglas International (CLT)
Cincinnati/Northern Kentucky International (CVG)
Dallas Love (DAL)
Ronald Reagan Washington National (DCA)
Denver International (DEN)
Dallas/Fort Worth International (DFW)
Detroit Metropolitan Wayne County (DTW)
Newark Liberty International (EWR)
Fort Lauderdale/Hollywood International (FLL)
Honolulu International (HNL)
Houston Hobby (HOU)
Washington Dulles International (IAD)
George Bush Houston Intercontinental (IAH)
Indianapolis International (IND)
New York John F Kennedy International (JFK)
Las Vegas Harry Reid International (LAS)
Los Angeles International (LAX)
New York LaGuardia (LGA)
Orlando International (MCO)
Chicago Midway (MDW)
Memphis International (MEM)
Miami International (MIA)
Minneapolis/St. Paul International (MSP)
Oakland International (OAK)
Ontario International (ONT)
Chicago O'Hare International (ORD)
Portland International (PDX)
Philadelphia International (PHL)
Phoenix Sky Harbor International (PHX)
San Diego International (SAN)
Louisville International (SDF)
Seattle/Tacoma International (SEA)
San Francisco International (SFO)
Salt Lake City International (SLC)
Teterboro (TEB)
Tampa International (TPA)